Internasional . 26/08/2026, 09:27 WIB

China Tolak Sanksi Baru AS terhadap Iran, Siap Lindungi Kepentingannya

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

Bessent sebelumnya memperingatkan bahwa perusahaan maupun lembaga keuangan yang tetap membantu Iran dapat ikut menghadapi isolasi dari sistem keuangan Amerika.

Dengan mekanisme sanksi sekunder, dampak kebijakan Washington tidak hanya dirasakan oleh perusahaan Iran. Perusahaan asing yang memiliki kepentingan terhadap pasar maupun sistem keuangan AS juga dapat menghadapi pilihan sulit apabila tetap bertransaksi dengan pihak Iran yang terkena pembatasan.

Inilah yang membuat sikap China menjadi penting.

Beijing selama ini menolak penggunaan sanksi sepihak sebagai instrumen untuk memaksa negara lain mengikuti kebijakan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resminya, China bahkan menilai tekanan ekonomi dapat menciptakan efek limpahan yang mengganggu sistem ekonomi dan keuangan dunia.

Efektivitas Sanksi Masih Dipertanyakan

Meski Washington menggambarkan Operation Economic Outcast sebagai tekanan ekonomi besar terhadap Iran, efektivitas kebijakan tersebut masih menjadi perdebatan.

Kepada BBC, Kepala Ekonom Iklim dan Komoditas Capital Economics David Oxley memperkirakan dampak langsung paket baru terhadap aliran energi Iran kemungkinan terbatas dalam jangka pendek.

Salah satu alasannya adalah sebagian besar ekspor minyak Iran menuju China. Beijing selama ini tidak mengakui sanksi sepihak AS terhadap perdagangan yang dianggapnya sah berdasarkan hukum internasional.

Wakil Direktur Program Timur Tengah dan Afrika Utara International Crisis Group Ali Vaez juga menilai China pada dasarnya menolak sanksi unilateral.

Menurutnya, pendekatan China berbeda ketika pembatasan ekonomi memperoleh dasar multilateral atau mandat internasional.

Situasi tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi Washington. Keberhasilan sanksi sekunder akan sangat bergantung pada seberapa jauh perusahaan, bank, dan negara mitra Iran bersedia mengurangi hubungan ekonomi mereka dengan Teheran.

Risiko Ketegangan Ekonomi AS dan China

Sanksi terhadap Iran juga berpotensi menambah sumber ketegangan antara Amerika Serikat dan China.

Washington berusaha mempersempit jaringan perdagangan dan keuangan Iran, sedangkan Beijing menyatakan hubungan ekonominya dengan Teheran dilakukan sesuai hukum internasional.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id