Utang AS Melonjak Dua Kali Lipat, Kini Tembus Rp717.000 Triliun
Utang nasional Amerika Serikat kembali mencatat rekor setelah menembus angka US$40 triliun. Jika dikonversikan ke rupiah dengan kurs sekitar Rp17.900 per dolar
Persoalan Amerika Serikat tidak berhenti pada angka US$40 triliun.
Congressional Budget Office atau CBO memperkirakan utang pemerintah AS dapat meningkat hingga sekitar US$64 triliun pada 2036.
Sementara itu, Amerika Serikat juga semakin mendekati batas utang yang ditetapkan pemerintah. CBO memperkirakan jumlah utang akan mendekati US$41,1 triliun.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pemerintah untuk memperoleh pembiayaan masih sangat besar.
Semakin tinggi jumlah utang, semakin penting pula kemampuan pemerintah mengendalikan defisit anggaran agar pertumbuhan utang tidak berlangsung tanpa batas.
Apa Dampaknya bagi Masyarakat?
Utang pemerintah tidak secara otomatis berarti sebuah negara akan mengalami krisis. Amerika Serikat memiliki perekonomian terbesar dunia dan dolar AS masih memainkan peran penting dalam sistem keuangan internasional.
Namun, utang yang terus meningkat dapat menciptakan konsekuensi ekonomi jika biaya bunganya semakin besar.
Ketika pemerintah harus mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk membayar bunga, ruang untuk membiayai program lain dapat menjadi lebih terbatas.
Selain itu, tingginya biaya pinjaman pemerintah dapat ikut mendorong naiknya biaya pinjaman bagi sektor swasta dan masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi semakin penting ketika inflasi masih menjadi perhatian bank sentral AS, Federal Reserve.
Baca Juga
Rasio Utang AS Sudah Lebih Besar dari Ekonominya
Besarnya utang Amerika Serikat juga terlihat dari perbandingannya dengan ukuran perekonomian.
Menurut data International Monetary Fund atau IMF, rasio utang terhadap produk domestik bruto AS berada di sekitar 125,8 persen.
Artinya, jumlah utang pemerintah AS lebih besar daripada nilai produk domestik bruto yang dihasilkan ekonominya dalam satu tahun.