CEO NAFSA, Fanta Aw, memberikan pandangannya bahwa regulasi ini justru mengganggu ekosistem pendidikan tinggi di AS yang selama ini sudah berjalan dengan baik.
"menyuntikkan ketidakpastian, birokrasi, dan ketakutan ke dalam sistem yang telah lama bekerja secara efektif. Ini adalah solusi yang mencari masalah." kritik Fanta Aw dengan tegas.
Langkah memperketat izin tinggal pelajar asing ini memang selaras dengan visi politik pemerintahan Trump yang ingin menekan angka migrasi serta membatasi jumlah mahasiswa internasional di beberapa kampus elit.
Bahkan, belakangan ini pemerintah juga berupaya mencabut visa milik mahasiswa asing yang kedapatan melayangkan kritik terhadap kebijakan luar negeri AS.