Nasional . 10/07/2026, 21:31 WIB
fin.co.id – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami erupsi sebanyak enam kali berturut-turut pada Jumat, 10 Juli 2026, dengan tinggi kolom abu mencapai 1,3 kilometer di atas puncak.
Petugas pos pengamatan terus memantau rangkaian letusan yang memuntahkan material vulkanis ini sejak pagi hari. Berdasarkan data komprehensif dari pos pengamatan, berikut adalah rincian kronologi rentetan erupsi hebat tersebut:
Otoritas terkait merekam getaran dinding kawah dan mencatat tinggi kolom abu yang bervariasi pada setiap letusan. Rangkaian aktivitas vulkanik ini bermula sejak pagi buta dengan intensitas yang fluktuatif.
Erupsi Pertama (06.29 WIB): Gunung Semeru meluncurkan abu vulkanik setinggi 1,1 kilometer di atas puncak. Kolom abu tebal berwarna putih hingga kelabu ini bergerak dominan ke arah barat daya. Alat seismograf mencatat aktivitas ini dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi gempa selama 165 detik.
Erupsi Ketiga (08.57 WIB): Semeru kembali memuntahkan kolom letusan setinggi 1,2 kilometer di atas puncak. Abu vulkanik dengan intensitas sedang ini mengarah ke timur laut.
Melihat rentetan aktivitas vulkanik yang cukup intensif ini, pihak berwenang menetapkan status Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Petugas memberikan rekomendasi ketat agar masyarakat menghindari area-area rawan bencana demi keselamatan bersama.
Pihak pos pengamatan melarang keras masyarakat melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, warga juga harus mengosongkan area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Aturan ini berlaku karena wilayah tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas serta aliran lahar yang bisa menjangkau hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," tegas Liswanto dalam laporan tertulisnya.
Selain bahaya primer berupa lontaran batu pijar, ancaman sekunder juga mengintai kawasan di sekitar lereng gunung. Liswanto meminta masyarakat untuk selalu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Masyarakat yang berada di sekitar daerah aliran sungai harus meningkatkan kesiapsiagaan, terutama yang tinggal di sepanjang jalur:
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id