Serba Mirip

fin.co.id - 04/07/2026, 05:15 WIB

Serba Mirip

Deretan gedung perkantoran dan bangunan bersejarah menghiasi kawasan pusat bisnis Montreal yang menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di Kanada.--

Kalau melihat ke luar mobil rasanya masih di Amerika, di dalam mobil serasa di Beijing. Di sepanjang perjalanan ini saya mulai terbiasa dengan peta-jalan berbahasa Mandarin.

Awalnya, ketika pegang kemudi dari New York sampai ke Woodstock saya pakai peta berbahasa Inggris. Begitu kemudi dipegang teman dari Beijing, peta jalannya diganti berbahasa Mandarin. Pun sampai Buffalo. Ya sudah. Sampai Montreal pun tidak saya ganti: sekalian belajar istilah-istilah lalu-lintas dalam bahasa Mandarin.

Di Tiongkok peta jalan tinggal pilih: pakai bahasa Mandarin atau bahasa daerah di mana Anda sedang mengemudi. Saya belum menemukan peta-jalan di Indonesia yang pakai bahasa Bugis atau Madura.

Saya baru benar-benar merasa tidak lagi di Amerika ketika tiba di kota Montreal. Rasanya saya sedang berada di Prancis. Nama-nama jalan, nama-nama kawasan ditulis dalam bahasa Prancis.

Memang Montreal sudah masuk provinsi Quebec –yang bahasa utamanya Prancis. Ini kota terbesar di Quebec yang sangat luas itu. Ini kota terbesar kedua di Kanada setelah Toronto: nomor dua dalam arti yang sebenarnya. Bukan seperti nomor duanya Surabaya --begitu jauh jaraknya dari Jakarta. Sampai saya sering bilang Surabaya itu kota nomor 10. Urutan satu sampai sembilannya Jakarta.

Di Montreal saya sengaja pilih tinggal di pusat kota: agar dekat dengan kampus terkemuka, McGill University.

Saya ingin masuk kampus itu. Setidaknya, agar ketika bertemu alumni luar negeri di Indonesia saya bisa bilang: 'Saya juga pernah di McGill'. Itu seperti saya pernah disangka alumni Harvard saat mengatakan ''saya pernah di Harvard''.

Padahal itu bohong. Ups...Itu kebenaran –setidaknya 1 persennya: saya pernah masuk perpustakaan Harvard University dan duduk-duduk lama di situ –melihat buku-bukunya pun sudah silau.

Hari ini, dari Montreal saya masih akan lebih ke utara: ke Quebec City. ''Ibu kota'' Quebec.

Ibarat ke Jawa Barat saya harus ke "Ibu kotanya Sunda: Sumedang!''(Dahlan Iskan)

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca