fin.co.id - Penerbit CBI mengumumkan terbitnya delapan buku Puisi Esai karya Denny JA dalam edisi bahasa Inggris yang kini tersedia secara global melalui Google Books.
Penerbitan ini menandai langkah penting dalam membawa pengalaman sejarah Indonesia ke ruang baca dunia, sekaligus menghubungkannya dengan tragedi kemanusiaan global, dari Holocaust dan Hiroshima hingga Revolusi Prancis, Revolusi Rusia, dan krisis ekologis kontemporer.
Lebih dari sekadar penerjemahan, seri ini mengusung satu gagasan utama: bahwa sejarah tidak cukup dipahami sebagai kronologi peristiwa, tetapi perlu dialami sebagai luka kisah manusia.
Inisiatif ini juga merupakan kelanjutan dari pengakuan internasional atas genre Puisi Esai, setelah Denny JA menerima BRICS Award 2025 untuk Literary Innovation. Ke depan, proyek ini direncanakan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa di lima benua.
Menurut Penerbit CBI, Puisi Esai lahir dari kesadaran bahwa sejarah sering kali kehilangan wajah manusianya. Dalam arsip, tragedi hadir sebagai angka; dalam sastra, ia kembali sebagai pengalaman.
“Sejarah sering mengingat para pemenang. Sastra mengingat mereka yang terluka.”
Genre Puisi Esai, yang diperkenalkan Denny JA pada 2012, memadukan tiga elemen utama: fakta sejarah yang dapat diverifikasi, kebebasan dramatik sastra, dan refleksi sosial. Setiap karya disertai riset dan catatan kaki, namun dituturkan melalui pengalaman batin tokoh-tokoh yang kerap terpinggirkan dari narasi resmi.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep “psychic numbing” yang diperkenalkan psikolog Paul Slovic: kecenderungan manusia kehilangan empati ketika penderitaan disajikan dalam angka.
Puisi Esai berupaya memulihkan empati itu dengan menghadirkan individu: seseorang dengan nama, keluarga, cinta, dan kehilangan.
Seri Delapan Buku Puisi Esai Denny JA
Berikut delapan buku yang kini tersedia dalam edisi bahasa Inggris:
Baca Juga
1. In the Name of Love (2021), terjemahan dari Atas Nama Cinta (2012) — tentang diskriminasi atas nama identitas.
Google Books: https://play.google.com/store/books/details/In_the_Name_of_Love_Essay_Poetry_Related_to_Issues?id=l7gqEAAAQBAJ&hl=en_GB
2. Every Thursday Will I Await Your Return (2021), terjemahan dari Kutunggu di Setiap Kamis (2018) — kisah keluarga korban penghilangan paksa pasca-1998.
Google Books: https://play.google.com/store/books/details/Every_Thursday_Will_I_Await_Your_Return_A_Love_Sto?id=-KYqEAAAQBAJ&hl=en_GB