Nasional . 01/07/2026, 19:25 WIB
fin.co.id - Gunung Semeru yang berdiri kokoh dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami empat kali erupsi beruntun dengan tinggi letusan hingga 1 kilometer di atas puncak pada Rabu, 1 Juli 2026.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat rangkaian letusan ini sejak dini hari hingga menjelang siang hari.
Berdasarkan laporan visual dan kegempaan, pihak pengamat mencatat detail waktu dan karakteristik dari masing-masing letusan:
Erupsi Pertama (Pukul 00.52 WIB): Kolom abu vulkanik melambung sekitar 700 meter di atas puncak. Petugas mengamati warna kolom abu putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke timur laut. Alat seismograf merekam getaran ini dengan amplitudo maksimum 22 mm serta durasi selama 115 detik.
Erupsi Kedua (Pukul 08.14 WIB): Setelah sempat tenang, gunung ini kembali meluncurkan material vulkanik.
"Erupsi kedua terjadi pukul 08.14 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Sigit memaparkan bahwa tiupan angin membawa kolom abu tebal berwarna putih hingga kelabu tersebut ke arah timur dan tenggara. Sinyal gempa letusan ini terekam berkekuatan amplitudo maksimum 14 mm dengan durasi 89 detik.
Erupsi Ketiga (Pukul 09.24 WIB): Selang satu jam kemudian, aktivitas vulkanik kembali meningkat. Tinggi kolom letusan kali ini menembus angka sekitar 1 km di atas puncak. Angin menerbangkan abu tebal ke arah timur dan tenggara, dengan rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 22 mm selama 103 detik.
Erupsi Keempat (Pukul 10.10 WIB): Tidak butuh waktu lama bagi gunung api ini untuk meletus kembali.
"Selang beberapa menit kemudian, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 10.10 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 km di atas puncak atau 4.676 mdpl," tuturnya.
Kali ini, kolom abu tebal bergerak ke arah tenggara dan selatan. Sensor seismograf mendeteksi amplitudo maksimum 22 mm berdurasi 112 detik.
Meskipun rentetan letusan terjadi berulang kali, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi bahwa timnya belum menerima laporan mengenai adanya dampak sebaran jatuhnya abu vulkanik di pemukiman penduduk.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id