fin.co.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan belasungkawa atas meninggalnya dr Icha yang bertugas di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Bersamaan dengan itu, Kemenkes memastikan akan mengusut dugaan intimidasi yang disebut dialami dokter tersebut.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, di Jakarta, Minggu, mengatakan penanganan kasus kini tengah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan bersama Inspektorat Jenderal Kemenkes. Proses investigasi dilakukan untuk menelusuri dugaan adanya intimidasi dari pihak tertentu terhadap almarhumah.
“Setiap tenaga kesehatan berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan penghormatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada intimidasi, tekanan ataupun tindakan yang merendahkan martabat tenaga kesehatan,” kata Aji.
Ia menegaskan, Kementerian Kesehatan berkomitmen memperkuat perlindungan bagi tenaga kesehatan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, aparat penegak hukum, serta pihak rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan adanya perlindungan hukum sekaligus dukungan psikososial bagi tenaga kesehatan.
Selain itu, Kemenkes mengecam segala bentuk intimidasi, perundungan, maupun penyalahgunaan kewenangan yang terjadi terhadap tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
Menurut Aji, tindakan semacam itu tidak dapat ditoleransi karena berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memberikan dampak serius terhadap kondisi psikologis tenaga medis.
Di tengah proses yang masih berlangsung, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menghormati jalannya investigasi. Publik juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
"Pengabdian dr Icha dalam melayani masyarakat akan selalu menjadi teladan bagi dunia kesehatan Indonesia," kata Aji.
Sebelumnya, sejumlah media massa memberitakan bahwa dr Icha meninggal dunia akibat bunuh diri. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan depresi yang dipicu oleh intimidasi dari sejumlah anggota DPRD. *