Internasional . 26/06/2026, 18:15 WIB

Situasi Selat Hormuz Memanas, PBB Hentikan Evakuasi Kapal Usai Serangan Drone

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.idOrganisasi Maritim Internasional PBB (IMO) resmi menghentikan operasi pengawalan kapal melalui Selat Hormuz pada Kamis, 26 Juni 2026. Langkah darurat ini terjadi setelah sebuah kapal kargo melaporkan serangan mendadak di kawasan tersebut. Insiden baru ini kembali memicu kekhawatiran besar atas kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dengan Iran yang kini terancam goyah.

Badan angkatan laut Inggris, UKMTO, menjelaskan bahwa kapal kargo tersebut terkena proyektil di dekat wilayah perairan Oman. Peristiwa mencekam ini berlangsung hanya beberapa jam setelah pihak Teheran mengeluarkan peringatan keras agar kapal-kapal tidak mengambil rute di luar persetujuan mereka.

Dua pejabat Amerika Serikat yang memberikan keterangan kepada Reuters mengonfirmasi bahwa Iran menembaki kapal tersebut. Sementara itu, "Otoritas Selat Teluk [Arab]" yang Teheran dirikan untuk mengelola izin pelayaran menegaskan bahwa mereka tidak menjamin keselamatan bagi kapal-kapal yang nekat keluar dari rute ketetapan Iran.

Empat sumber kredibel mengidentifikasi bahwa kapal yang menjadi korban tersebut adalah Ever Lovely yang berbendera Singapura. Berdasarkan informasi dari sumber keamanan, sebuah drone atau pesawat tanpa awak kemungkinan besar menjadi senjata utama dalam sasaran serangan ini. Di sisi lain, pemerintah AS belum memberikan komentar langsung mengenai insiden tersebut.

Namun, Presiden AS Donald Trump pada awal bulan ini sudah memperingatkan bahwa AS kemungkinan akan kembali membom negara itu lagi jika Iran tidak menghormati perjanjian yang bertujuan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali selat tersebut.

Ratusan Kapal Terjebak dan Pelaut Terdampar Berbulan-bulan

Sebelum insiden pemboikotan ini terjadi, IMO sebenarnya telah membantu mengeluarkan ratusan kapal dan ribuan pelaut yang terdampar di selat strategis tersebut. Para pelaut malang itu terjebak selama berbulan-bulan sejak perang pertama kali pecah pada akhir Februari lalu.

Akibat eskalasi keamanan yang memburuk, Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez mengambil keputusan tegas demi keselamatan bersama.

"Menghentikan sementara pelaksanaannya untuk memastikan kembali bahwa jaminan keselamatan yang diperlukan tetap berlaku untuk kapal-kapal dalam daftar evakuasi kami dan semua kapal di wilayah tersebut," kata Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez dalam sebuah pernyataan resmi.

Pihak IMO juga memberikan klarifikasi penting bahwa kapal Ever Lovely yang terlibat dalam dugaan serangan itu bukan merupakan bagian dari program evakuasi resmi mereka. Inisiatif evakuasi yang meluncur pada hari Selasa sebenarnya memberi pilihan sukarela bagi kapal dan awaknya untuk keluar dari Teluk melalui dua rute utama, yaitu lewat perairan Iran dan perairan Oman dengan pengawasan ketat dari AS.

Dampak Ekonomi Global: Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak

Konflik yang kembali membara di jalur perdagangan internasional ini langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak acuan dunia tercatat naik sebesar 1,9 persen sesaat setelah laporan serangan tersebut meluas.

Para analis ekonomi menilai riak ini kembali memicu kekhawatiran tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan agar aliran pasokan minyak di Teluk bisa kembali berjalan normal.

Insiden di Oman ini otomatis mengembalikan fokus perhatian publik global mengenai sejauh mana kendali Iran di masa depan atas kawasan Selat Hormuz. Padahal sebelum konflik ini meletus, jalur air vital ini mengelola hingga seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair harian di seluruh dunia.

Sebelum peristiwa penembakan terjadi, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio baru saja menyelesaikan kunjungannya ke kawasan Teluk untuk meyakinkan negara-negara sekutu terkait pakta sementara. Rubio menegaskan kepada media bahwa jika Iran mengancam atau memblokir kapal di selat tersebut, "maka kita akan menghadapi masalah."

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id