Internasional . 26/06/2026, 18:15 WIB
Menanggapi gertakan AS, pihak Iran justru mengirimkan sinyal kuat bahwa mereka tidak akan mundur dan tetap menegaskan kendali penuh atas selat tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pada hari Kamis bahwa jalur aman melalui selat tersebut hanya mungkin terwujud jika kapal-kapal melewati rute yang telah Iran tentukan. IRGC juga mengancam akan mengambil tindakan nyata terhadap kapal apa pun yang gagal mematuhi aturan sepihak tersebut.
Ketegangan ini bukan sekadar gertakan di atas kertas. Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, melaporkan bahwa IRGC telah memerintahkan dua kapal berbendera Panama untuk segera mengubah haluan pelayaran mereka pada hari Kamis.
Padahal sebelumnya, Menteri Energi AS Chris Wright sempat optimis karena pengiriman melalui selat tersebut sudah mendekati tingkat normal sebelum AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari. Wright mencatat setidaknya ada 20 juta barel minyak yang berhasil keluar dari jalur air tersebut dalam kurun waktu 24 jam sebelum insiden Ever Lovely terjadi.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id