Nasional . 23/06/2026, 21:11 WIB

Berpotensi Bikin Jemaah Kelelahan, Kemenhaj Akan Evaluasi Program Tur Kota Saat Musim Haji

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyoroti masalah kesehatan yang kerap menimpa para tamu Allah di Tanah Suci. Kemenhaj bakal mengevaluasi program city tour atau tur kota secara menyeluruh.

Langkah tegas ini menyusul adanya indikasi kelelahan hebat yang dialami sebagian peserta haji akibat padatnya aktivitas luar ruangan, baik sebelum maupun setelah puncak ibadah haji.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf membeberkan langsung temuan tersebut saat berada di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, pada Selasa, 23 Juni 2026. Pihaknya melihat langsung bagaimana kepadatan agenda di luar ibadah utama menguras energi fisik para jemaah.

“Kami amati lagi memang pasca-Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) banyak yang langsung diajak city tour, diajak ke mana-mana, yang membuat mereka lelah, sehingga kami akan mengevaluasi lagi kebijakan kita tentang city tour,” ujar Menhaj.

Destinasi Luar Kota Menguras Fisik Jamaah

Menhaj Irfan menyampaikan bahwa sejumlah peserta haji diketahui langsung mengikuti kegiatan kunjungan ke berbagai lokasi bersejarah dan pusat perbelanjaan, tepat sebelum maupun setelah menyelesaikan rangkaian Armuzna. Aktivitas perjalanan yang cukup jauh ini mencakup beberapa destinasi populer di luar kota Makkah, seperti:

  • Perjalanan wisata ke Thaif
  • Kunjungan belanja dan ziarah ke Jeddah

Menurut pantauan Kemenhaj, kondisi tersebut memerlukan perhatian serius dan penanganan khusus. Padatnya agenda tambahan berpotensi besar merusak kestabilan kesehatan jamaah, terutama jika kita melihat tingginya tingkat kelelahan setelah mereka menjalani seluruh ritual inti ibadah haji yang sangat menguras tenaga.

“Ini dapat sangat mempengaruhi kesehatan jamaah kita,” ucap Menhaj Irfan dengan nada khawatir.

Evaluasi Angka Kematian Pasca-Armuzna

Menhaj menegaskan bahwa aspek kesehatan serta keselamatan jemaah akan menjadi pertimbangan paling utama dalam penyusunan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji pada musim berikutnya. Keputusan ini diperkuat oleh data statistik penanganan jemaah sakit dan meninggal dunia yang tercatat hingga hari ini.

Berdasarkan laporan resmi Kemenhaj, faktor kelelahan di lapangan memberikan dampak yang cukup fatal:

  • Jumlah Jemaah Wafat: Hingga hari ini, tercatat ada 350 orang jemaah yang wafat di Arab Saudi.
  • Penyebab Utama: Mayoritas jemaah mengembuskan napas terakhir akibat penyakit pneumonia (infeksi pernapasan) serta faktor kelelahan akut karena menjalani aktivitas berat tanpa mendapat dukungan kondisi fisik yang prima.
  • Pola Waktu Kejadian: Lonjakan angka kematian terpantau mengalami peningkatan yang sangat tajam justru setelah para jemaah melewati fase Armuzna.

“Sebagian, sebagian karena pernapasan, Pneumonia. Tapi juga sebagian besar karena kelelahan. Karena itu kita pantau sebagian besar yang meninggal itu, yang meningkat itu setelah pasca-Armuzna,” jelas Menhaj.

Penguatan Standar Istitha'ah Kesehatan di Daerah

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id