Internasional . 18/06/2026, 15:11 WIB
fin.co.id - Nota kesepahaman antara Teheran dan Washington kini telah resmi mengikat kedua belah pihak, setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membubuhkan tanda tangan mereka, Rabu, 17 Juni 2026.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah menyelesaikan teks dan memberlakukan kesepakatan tersebut secara resmi.
Kedua pemimpin negara tidak bertemu langsung dalam prosesi ini. Mereka memanfaatkan kemajuan teknologi modern untuk meresmikan dokumen penting tersebut.
"Nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat disepakati untuk ditandatangani secara digital. Tidak akan ada upacara penandatanganan di Swiss," kata Baqaei.
Pihak Iran sengaja meminta pejabat tertinggi dari kedua negara untuk menandatangani langsung berkas tersebut. Baqaei menjelaskan, keputusan ini lahir dari hasil evaluasi terhadap hubungan bilateral mereka sebelumnya.
"Ketika teks ditandatangani oleh otoritas tertinggi dari kedua negara, melanggarnya tentu akan menimbulkan konsekuensi yang lebih besar. Mengingat pengalaman masa lalu kami, kami lebih memilih hal ini terjadi," katanya.
Meskipun penandatanganan sudah berjalan via digital, pemerintah Iran masih mendiskusikan kehadiran tim negosiasi mereka di Jenewa. Namun, Baqaei menegaskan bahwa status dokumen sudah sah.
"Teks nota kesepahaman Iran-AS kini telah resmi diselesaikan karena kedua pihak telah menandatanganinya," katanya.
Baqaei juga mengklarifikasi mengapa ada jeda waktu antara penyelesaian draf pada hari Minggu hingga publikasi resminya pada hari Rabu. Menurutnya, hal tersebut berkaitan erat dengan prosedur diplomatik standar serta koordinasi bersama pihak penengah.
"Dalam setiap proses diplomatik, ada prosedur yang diupayakan oleh pihak-pihak terkait untuk dipatuhi. Pandangan para mediator juga penting agar mereka dapat membawa proses ini ke kesimpulan yang diinginkan," tambah Baqaei.
Sebelumnya, kedua negara sepakat untuk menyimpan rapat-rapat teks tersebut sampai seluruh proses rampung. Kendati demikian, otoritas Iran mengaku sudah membagikan poin-poin besarnya kepada publik sejak awal.
"Jika kita meninjau teks tersebut sekarang, kita akan melihat bahwa tidak ada yang terlewatkan selama periode ini. Kita telah mengungkapkan semua masalah kurang lebih. Kita mungkin tidak membahas detail beberapa poin, tetapi mengenai masalah secara keseluruhan, kita telah menyebutkan semuanya," katanya.
Di kubu Amerika Serikat, Donald Trump menandatangani dokumen kerja sama ini di sela-sela agenda internasionalnya di Prancis. Seorang pejabat AS membisikkan kepada AFP bahwa Trump mengeksekusi nota kesepahaman tersebut saat makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles setelah perhelatan KTT G7.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id