Nasional . 17/06/2026, 21:49 WIB
fin.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), bergerak cepat mengantisipasi dampak guncangan gempa bermagnitudo 6,7 yang melanda wilayah tersebut. Otoritas daerah resmi menetapkan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat penanganan di lapangan serta memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang memadai.
Langkah ini diambil menyusul kerusakan struktural dan dampak sosial yang cukup masif di beberapa titik setelah gempa dangkal mengguncang kawasan pemukiman.
"Status tanggap darurat bencana berlangsung selama 14 hari terhitung mulai 17 hingga 30 Juni 2026," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Pongi usai rapat Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Darurat Bencana Sigi di Kamarora, Rabu, 17 Juni 2026.
Guncangan gempa tektonik ini setidaknya memberikan dampak kerusakan yang signifikan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sebanyak 5.300 jiwa atau sekitar 1.300 Kepala Keluarga (KK) merasakan dampak langsung dari bencana ini.
Selain memicu kepanikan, gempa dangkal tersebut juga mengakibatkan 1.300 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Sejak hari pertama gempa pada Selasa (16/6), Pemkab Sigi langsung menerjunkan tim gabungan untuk membantu proses evakuasi warga dari bangunan yang rawan runtuh.
Memasuki hari kedua, fokus kerja beralih pada penyaluran logistik makanan, pasokan air bersih, pembagian tenda darurat, serta penanganan medis secara intensif terhadap para korban bencana.
"Kehadiran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di lokasi bencana merupakan bukti pemerintah hadir dalam melakukan percepatan pemulihan bencana," ujar Samuel.
Untuk mengoptimalkan proses penanggulangan kedaruratan di masa kritis ini, pihak administrasi daerah mengerahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Operasi kemanusiaan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari personel TNI/Polri, anggota Tagana, serta para relawan kemanusiaan dari berbagai lembaga.
Pemerintah daerah telah mengaktifkan infrastruktur darurat di titik strategis untuk mempermudah distribusi bantuan dasar.
"Kami berupaya memberikan pelayanan prima kepada warga terdampak. Pemerintah daerah juga telah mendirikan posko induk, posko kesehatan maupun dapur umum untuk melayani kebutuhan masyarakat," ucap Samuel yang juga Ketua Satgas Tanggap Darurat Bencana Sigi.
Meski fasilitas pengungsian sudah berdiri, mayoritas warga menunjukkan perilaku yang unik di lapangan. Mereka lebih memilih membangun tenda darurat secara mandiri di halaman depan rumah masing-masing, ketimbang bergeser masuk ke posko pengungsian terpusat yang sudah disiapkan oleh pemerintah.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id