Nasional . 15/06/2026, 19:40 WIB

Posisi Hilal Jelang Muharam 1448 H Mulai Terlihat, Ini Penjelasan Kemenag

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.idKementerian Agama (Kemenag) baru saja membagikan informasi penting mengenai posisi hilal menjelang awal Muharam 1448 Hijriah. Berdasarkan kalkulasi matematis atau perhitungan hisab, ijtimak (konjungsi) yang menjadi penentu masuknya awal Muharam 1448 H terjadi pada hari ini, Senin, 15 Juni 2026.

Momen astronomis ini bertepatan dengan tanggal 29 Zulhijah 1447 H, tepat pada pukul 09.54 WIB.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa publikasi mengenai posisi hilal menjelang Muharam 1448 H ini menjadi wujud layanan keagamaan bagi masyarakat luas.

“Data hisab memberikan informasi awal mengenai posisi hilal yang akan menjadi bahan penting dalam pelaksanaan rukyat. Semua proses dilakukan secara terbuka, ilmiah, dan sesuai ketentuan syariah yang berlaku,” ujar Arsad di Jakarta.

Menurut penjelasan Arsad, pemerintah menetapkan awal bulan Hijriah di Indonesia dengan cara mengintegrasikan metode hisab dan rukyat. Langkah perpaduan ini menjadi upaya nyata Kemenag untuk membangun kesepahaman bersama dalam menentukan kalender Hijriah nasional.

Arsad juga menambahkan bahwa momentum pergantian tahun baru Islam ini harus menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan serta kedamaian di tengah-tengah masyarakat. Selaras dengan tema besar Peaceful Muharam 1448 H, pergantian tahun Hijriah kali ini memuat harapan untuk memperkokoh kemaslahatan umat dan kepedulian sosial, sebagaimana dorongan dari Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Menilik Detail Angka Ketinggian dan Elongasi Hilal di Indonesia

Secara teknis, rincian parameter keterlihatan bulan sabit muda ini sudah mulai terpetakan. Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi, memaparkan bahwa berdasarkan hasil hisab, ketinggian hilal pada saat Matahari terbenam hari ini berada pada rentang berkisar antara 0,92 derajat di Merauke, Papua, hingga mencapai 4,02 derajat di Sabang, Aceh.

Bukan hanya masalah ketinggian, jarak sudut antara Matahari dan Bulan atau yang dikenal dengan istilah elongasi geosentris juga menunjukkan angka yang bervariasi. Parameter elongasi tersebut tercatat berkisar antara 5,64 derajat di wilayah Merauke hingga mencapai 6,98 derajat di Sabang. Dua indikator inilah yang menjadi acuan utama dalam menentukan peluang terlihatnya bulan sabit baru.

“Merujuk Kriteria Imkanur Rukyat MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat, posisi hilal di sebagian besar wilayah Indonesia telah memenuhi batas minimum yang ditetapkan,” kata Ismail Fahmi.

Peluang Kuat Masuknya Bulan Baru dan Transparansi Data Kemenag

Ismail Fahmi memaparkan bahwa kondisi geografis dan data angka tersebut mengindikasikan adanya peluang yang sangat kuat bahwa hilal kali ini sukses memenuhi kriteria awal bulan Hijriah. Walaupun data hisab di atas kertas sudah menunjukkan hasil yang positif, keputusan akhir tetap berada pada konfirmasi lapangan.

Hasil pemantauan langsung atau rukyatulhilal malam nanti akan tetap menjadi bagian krusial yang tidak terpisahkan dalam proses penetapan resmi awal Muharam 1448 H.

Pihak Kementerian Agama sengaja membuka publikasi data hasil hisab ini secara luas demi menjamin akuntabilitas informasi kepada publik. Ismail menambahkan bahwa langkah transparansi ini bertujuan memberikan informasi yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Melalui edukasi terbuka ini, Kemenag berharap masyarakat luas bisa memahami proses penentuan awal bulan Hijriah secara utuh, baik dari kacamata sains astronomi maupun dari aspek syariah Islam.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id