Internasional . 08/06/2026, 11:37 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Iran, Ledakan Guncang Sejumlah Kota Besar!

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id — Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas secara drastis. Israel melancarkan serangan udara ke Iran bagian barat dan tengah pada Senin, 8 Juni 2026 pagi.

Rentetan ledakan besar dilaporkan mengguncang beberapa kota di wilayah Iran, menurut laporan resmi media Israel dan Iran.

Pihak tentara Israel mengklaim bahwa angkatan udaranya sukses menyerang sejumlah situs militer milik "rezim Iran." Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan guncangan ledakan di ibu kota Teheran, serta di wilayah Tabriz dan Isfahan.

Kantor Berita Tasnim juga melaporkan adanya ledakan di dekat kota Karaj, sedangkan kantor berita IRNA menyebut setidaknya ada tiga ledakan yang terdengar jelas di Isfahan.

Aksi saling serang ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah Iran meluncurkan beberapa rentetan rudal ke arah Israel utara.

Langkah Teheran tersebut merupakan aksi balasan menyusul serangan udara Israel di pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, yang menurut klaim Tel Aviv menargetkan pusat komando dan perencanaan Hizbullah.

Saling Balas Rudal di Tengah Peringatan Evakuasi Warga

Kondisi semakin mencekam ketika Israel mengatakan pihaknya sedang berupaya mencegat gelombang rudal baru yang diluncurkan dari Iran pada Senin (8 Juni), beberapa jam setelah Teheran menembakkan rudal ke negara tersebut.

Lewat saluran Telegram, tentara Israel menulis bahwa mereka telah "mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran" dan sedang berupaya keras untuk menggagalkan ancaman tersebut, serta mendesak masyarakat untuk segera berlindung.

Dampak dari eskalasi ini bahkan terdengar langsung di wilayah konflik. Seorang jurnalis AFP mendengar ledakan keras di atas langit Yerusalem pada hari Senin.

Sebelum serangan fajar ini terjadi, Israel sebenarnya sudah menyerang target militer di Iran barat dan tengah. Padahal, Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah meminta kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dari serangan lebih lanjut.

Donald Trump Tidak Menginginkan Serangan di Lebanon

Hingga kini, Israel tidak pernah menghentikan kampanyenya di Lebanon. Agresi militer tersebut telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi dari rumah mereka.

Kelompok Hizbullah, yang tidak ikut serta dalam pembicaraan gencatan senjata, juga melanjutkan serangannya. Mereka menegaskan tidak akan menyerahkan senjatanya kecuali Israel menghentikan serangannya dan menarik diri sepenuhnya dari Lebanon.

Di sisi lain, PM Benjamin Netanyahu mengatakan serangan Israel pada hari Minggu di pinggiran selatan Beirut—sebuah distrik yang terkenal sebagai Dahiyeh yang telah lama menjadi benteng Hizbullah—merupakan perintah langsung sebagai tanggapan atas tembakan Hizbullah ke arah Israel.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id