Internasional . 07/06/2026, 22:28 WIB
fin.co.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengambil sikap tegas terkait ketegangan yang tengah berlangsung dengan Teheran. Dalam wawancara eksklusif bersama program "Meet the Press" di NBC News, Trump menyatakan bahwa pemerintahannya tidak akan mencairkan aset Iran.
Langkah pembekuan ini beserta seluruh sanksi ekonomi yang berlaku akan tetap berjalan sebelum kedua belah pihak mencapai kesepakatan damai yang konkret.
Trump baru akan mempertimbangkan pelonggaran sanksi ekonomi tersebut apabila kesepakatan resmi sudah benar-benar terwujud.
"Itu akan terjadi setelahnya," kata Trump dalam wawancara yang berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026 tersebut. "Ya. Jika mereka berperilaku baik, jika mereka melakukan pekerjaan dengan baik, kita mulai berbicara. Ya."
Terkait dinamika regional di Timur Tengah, Trump menjelaskan posisi AS mengenai keterlibatan negara tetangga Iran. Ia menyatakan bahwa pihak AS tidak menuntut agar Lebanon masuk ke dalam bagian dari perjanjian jangka pendek dengan Teheran.
"Saya pikir mereka ingin melihatnya, tetapi saya tidak menuntut," ujar Trump.
Kendati demikian, Trump memberikan perhatian khusus terhadap eskalasi militer yang melibatkan kelompok Hizbullah. Ia menyerukan agar operasi militer yang berjalan bisa berlangsung dengan lebih terukur dan tidak mengorbankan masyarakat sipil.
"Saya ingin melihat Lebanon memiliki kehidupan yang lebih baik. Saya ingin melihat serangan yang lebih tepat sasaran terhadap Hizbullah. Saya pikir itu harus lebih tepat sasaran," tambahnya.
Konflik terbuka antara pasukan AS-Israel dan Iran sendiri sudah pecah sejak 28 Februari lalu. Meski ketegangan bersenjata masih terjadi, pemerintahan Trump terus berupaya mendorong negosiasi intensif selama beberapa pekan terakhir demi mencapai kesepakatan perdamaian potensial. Trump pun memberikan peringatan keras mengenai arah diplomasi ini.
“Kita sudah sangat dekat dengan kesepakatan, atau saya akan menghancurkan mereka,” tegas Trump kepada NBC News.
Di sisi lain, Trump juga membuka ruang diplomasi tingkat tinggi. Ia menyatakan kesediaannya untuk berbicara langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Sejak terluka akibat serangan Amerika Serikat di awal konflik, sosok Mojtaba memang belum pernah terlihat lagi di depan publik. Ketika ditanya mengenai keberadaan pemimpin Iran tersebut, Trump memberikan jawaban diplomatis.
“Saya tidak ingin mengatakan apakah saya tahu di mana dia berada atau tidak, tetapi ada kemungkinan besar bahwa saya tahu,” ungkapnya.
Sementara itu, para pejabat tinggi di lingkaran pemerintahan, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, memastikan bahwa jalur diplomasi tidak sepenuhnya putus.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id