Meski tengah memperluas investasi di Amerika Serikat, Wei mengakui pemenuhan seluruh kebutuhan pelanggan di Negeri Paman Sam masih membutuhkan waktu panjang.
TSMC saat ini menggelontorkan investasi sebesar US$165 miliar untuk pembangunan fasilitas produksi baru di Arizona.
Menurut Wei, lahan yang dimiliki perusahaan di Arizona masih cukup untuk menopang ekspansi selama sekitar satu dekade ke depan.
Namun, target sebelumnya untuk menempatkan 30 persen kapasitas produksi chip berteknologi 2 nanometer dan di bawahnya di Amerika Serikat kini dinilai semakin sulit dicapai.
Ia menyebut sejumlah hambatan seperti lambatnya proses perizinan lingkungan serta keterbatasan tenaga kerja konstruksi menjadi tantangan utama.
TSMC Belum Gunakan Teknologi High-NA untuk Produksi Massal
Wei juga mengungkapkan bahwa TSMC telah membeli peralatan litografi EUV High-NA terbaru dari perusahaan Belanda ASML dan saat ini masih memanfaatkannya untuk kegiatan riset dan pengembangan.
Teknologi tersebut merupakan generasi terbaru mesin litografi yang digunakan untuk mencetak pola sirkuit kompleks pada wafer silikon.
Meski demikian, TSMC belum berencana menggunakannya untuk produksi massal karena biaya investasinya masih sangat tinggi.
"Saat ini kami tidak membutuhkannya untuk produksi karena biayanya masih agak tinggi," kata Wei.
Baca Juga
"Kami akan terus berupaya menurunkan biaya dan memaksimalkan manfaatnya, dan begitu perhitungan ekonominya masuk akal, kami akan memproduksinya."
Bonus Karyawan Naik 30 Persen
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesejahteraan pekerja industri teknologi, TSMC juga mengumumkan peningkatan pembagian keuntungan kepada karyawan.
Wei mengatakan pembagian keuntungan karyawan naik sekitar 30 persen dari 2023 ke 2024 dan kembali meningkat sekitar 30 persen pada periode 2024 hingga 2025.
"Pembagian keuntungan karyawan kami meningkat sekitar 30% dari tahun 2023 hingga 2024 dan lagi sekitar 30% dari tahun 2024 hingga 2025," kata Wei.