Nasional . 05/06/2026, 11:20 WIB
Amran menilai film tersebut tidak menampilkan secara utuh keberhasilan program optimalisasi lahan yang telah dijalankan pemerintah di berbagai daerah.
"Kenapa tidak melihat daerah lain yang berhasil kami tingkatkan produktivitasnya hingga bisa panen tiga kali setahun?" ujar Amran dalam keterangan resminya.
Amran mengatakan pemerintah telah mengembangkan lahan pertanian dan mencetak sawah di sejumlah wilayah, seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Aceh, dan Sulawesi Selatan.
Menurut dia, program serupa di Merauke dijalankan untuk meningkatkan produksi pangan melalui pembangunan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian, serta optimalisasi lahan bagi petani.
Ia juga mengklaim program cetak sawah di Merauke telah berkontribusi menurunkan harga beras di wilayah tersebut dari sekitar Rp30.000 menjadi Rp13.000 per kilogram.
"Yang kami lakukan di Merauke untuk rakyat," kata Amran.
Amran menduga kritik terhadap proyek tersebut muncul seiring langkah Indonesia menuju swasembada pangan. Ia menegaskan lahan yang dikembangkan pemerintah merupakan lahan rawa yang dioptimalkan untuk produksi pangan.
Film dokumenter Pesta Babi sendiri menyoroti dugaan deforestasi di Merauke untuk pengembangan pertanian padi, perkebunan tebu, kelapa sawit, dan peternakan sapi.
Film itu juga mengangkat isu pembelian hutan adat serta dampak lingkungan dari proyek yang terkait dengan target produksi beras, biodiesel B50, dan bioetanol.
Hingga kini, film tersebut telah diputar di berbagai forum di dalam dan luar negeri, serta ditonton lebih dari 13 juta kali di YouTube dalam 13 hari.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id