Kesehatan . 28/05/2026, 12:59 WIB
Hingga saat ini, para ahli belum mengetahui penyebab pasti kanker tiroid. Namun, beberapa faktor berikut terbukti meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini:
Paparan Radiasi: Riwayat radiasi pada area kepala dan leher di masa kecil meningkatkan risiko yang baru muncul 10-20 tahun kemudian.
Faktor Genetik: Sekitar 5-10 persen kasus berhubungan dengan mutasi genetik yang turun-temurun dalam keluarga.
Kekurangan Yodium: Kurangnya asupan yodium dapat memicu pembengkakan kelenjar (gondok) yang meningkatkan kerentanan folikel tiroid terhadap kanker.
Gejala kanker tiroid sering kali bersifat samar dan menyerupai gangguan kesehatan ringan lainnya. Anda harus segera berkonsultasi ke dokter spesialis bedah onkologi jika merasakan tanda-tanda berikut:
Muncul benjolan di leher yang ikut bergerak saat Anda menelan.
Perubahan suara menjadi serak yang tidak kunjung hilang (indikasi keganasan).
Rasa mengganjal atau kesulitan saat menelan makanan.
Mengalami sesak napas atau batuk kronis.
Dokter akan memulai diagnosis melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Selanjutnya, pasien akan menjalani tes darah untuk mengukur kadar Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dan Free Thyroxine (FT4). Tes ini bertujuan melihat apakah fungsi tiroid berada dalam kondisi hipertiroid (berlebih) atau hipotiroid (kurang).
Perlu Anda catat bahwa hasil tes darah yang normal bukan jaminan seseorang bebas kanker. Banyak pasien memiliki kadar hormon normal meski terdapat sel kanker. Oleh karena itu, dokter biasanya melakukan tes lanjutan seperti:
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id