News . 28/05/2026, 06:21 WIB
Meski demikian, polisi membenarkan santriwati tersebut memang pernah mondok di tempat yang dipimpin Abdul Khalim Fadlun.
"Informasinya begitu (mondok di Buaran), tapi kita belum tahu karena belum memeriksa yang bersangkutan," kata Setiyanto.
Korban Disebut Bisa Lebih dari 25 Orang
Polisi mengungkapkan jumlah korban dugaan pelecehan ini kemungkinan jauh lebih banyak. Saat ini, enam korban berusia 17 hingga 25 tahun tengah menjalani pemeriksaan.
"Kami juga membuka kemungkinan adanya tambahan korban lain mengingat jumlah dugaan korban yang belum berani melapor disebut mencapai lebih dari 25 orang," katanya.
Sebelum polisi mengamankan Abdul Khalim Fadlun, suasana di pondok pesantren sempat memanas setelah didatangi sekelompok massa organisasi masyarakat bernama Yakuza Mangenes.
Mereka meminta pertanggungjawaban pimpinan pondok atas dugaan perbuatan asusila terhadap santriwati.
Di hadapan ratusan santri, sejumlah mantan santriwati bahkan disebut memberikan kesaksian agar korban lain berani berbicara dan melapor ke pihak berwajib.
Untuk mencegah situasi semakin ricuh, polisi kemudian bergerak cepat mengamankan pimpinan pondok pesantren tersebut.
Juru bicara Yakuza Mangenes, Eko Ebes, mengaku pihaknya telah menerima puluhan aduan dari korban, meski baru enam orang yang resmi membuat laporan.
"Jumlah itu belum termasuk santriwati yang sebelumnya viral karena hamil dan melahirkan, yang juga diduga berkaitan dengan kasus tersebut," katanya. *
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id