Internasional . 19/05/2026, 07:21 WIB

Wabah Ebola di Kongo Timur Bangkit Lagi, Ancaman Penyebaran Lintas Negara Meningkat

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Wabah Ebola kembali muncul di Republik Demokratik Kongo bagian timur dan memicu kekhawatiran internasional setelah jumlah korban meninggal terus bertambah dalam beberapa pekan terakhir. Situasi di Provinsi Ituri kini menjadi perhatian utama dunia kesehatan karena penyebaran kasus dinilai berpotensi meluas hingga lintas negara.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut wabah terbaru ini sebagai kondisi darurat kesehatan internasional. Meski belum dikategorikan sebagai pandemi global, ancaman penyebaran regional dianggap cukup serius, terutama karena mobilitas masyarakat di kawasan Afrika Tengah relatif tinggi dan melibatkan perbatasan antarnegara.

Laporan terbaru menyebut lebih dari 100 orang meninggal akibat infeksi Ebola. Otoritas kesehatan setempat kini berupaya mempercepat pelacakan kontak dan isolasi pasien untuk mencegah peningkatan jumlah korban yang lebih besar.

Risiko Penyebaran Regional Menjadi Sorotan

WHO memperingatkan bahwa wabah yang terjadi saat ini kemungkinan jauh lebih besar dibanding jumlah kasus yang berhasil terdeteksi. Keterbatasan akses kesehatan di sejumlah wilayah membuat proses pendataan dan pengawasan wabah berjalan tidak maksimal.

Kekhawatiran terbesar muncul dari kemungkinan penyebaran lintas negara di kawasan Afrika Tengah dan Afrika Timur. Pengalaman wabah sebelumnya menunjukkan bahwa perpindahan penduduk dapat mempercepat penyebaran virus ke wilayah baru, terutama melalui jalur perdagangan dan mobilitas masyarakat perbatasan.

Dalam pernyataannya kepada BBC, pimpinan Africa CDC Jean Kaseya menegaskan pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa penanganan jenazah korban Ebola menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan cepat atau lambatnya penyebaran penyakit.

“Kami tidak ingin orang tertular karena proses pemakaman,” ujarnya.

Pernyataan itu merujuk pada pengalaman wabah besar Ebola sebelumnya ketika praktik pemakaman tradisional tanpa perlindungan medis menyebabkan banyak orang ikut terinfeksi.

Pelajaran Besar dari Wabah Ebola Sebelumnya

Dunia pernah menghadapi wabah Ebola terbesar sepanjang sejarah pada periode 2014 hingga 2016 di Afrika Barat. Saat itu, lebih dari 28 ribu orang terinfeksi dan lebih dari 11 ribu meninggal dunia.

Wabah tersebut tidak hanya berdampak di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone, tetapi juga menyebar hingga Amerika Serikat, Inggris, dan Italia. Situasi itu menjadi bukti bahwa Ebola bukan sekadar ancaman lokal, melainkan penyakit yang dapat berubah menjadi krisis internasional jika penanganannya terlambat.

Sejak saat itu, berbagai negara dan organisasi kesehatan global meningkatkan sistem pengawasan penyakit menular. Namun tantangan besar masih tetap ada, terutama di wilayah yang memiliki konflik berkepanjangan dan keterbatasan fasilitas medis seperti Kongo timur.

Kondisi di Lapangan Memperumit Penanganan

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id