Internasional . 15/05/2026, 06:58 WIB

Pertemuan Trump dan Xi Fokus Dagang serta Teknologi, Kesepakatan Besar Belum Tercapai

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

Xi Jinping dalam pertemuan dengan pelaku bisnis Amerika menyatakan bahwa China akan membuka akses pasar lebih luas bagi perusahaan asing, termasuk perusahaan asal Amerika Serikat.

Menurut media pemerintah China, Xi menyebut perusahaan Amerika akan memiliki “prospek lebih besar” di pasar China. Ia juga mengajak kedua negara memperluas kerja sama dalam sektor perdagangan, energi, pertanian, kesehatan, hingga pariwisata.

Pemerintah China juga memberi sinyal akan meningkatkan pembelian produk pertanian dan energi dari Amerika Serikat, termasuk kedelai, daging sapi, unggas, dan gas alam cair atau LNG.

Namun hingga akhir pertemuan, belum ada rincian resmi mengenai nilai transaksi ataupun kesepakatan konkret yang diumumkan kedua pihak.

Taiwan dan Ketegangan Geopolitik Masih Membayangi

Selain isu ekonomi, Taiwan menjadi salah satu pembahasan paling sensitif dalam pertemuan Trump dan Xi Jinping. Pemerintah China kini mulai menghubungkan isu Taiwan secara langsung dengan hubungan dagang dan stabilitas ekonomi kedua negara.

Dalam pernyataannya, Xi menegaskan bahwa masalah Taiwan merupakan isu terpenting dalam hubungan China-Amerika Serikat. Ia memperingatkan bahwa kesalahan penanganan dapat memicu konflik serius antara kedua negara.

Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik terkait kerja sama Amerika Serikat dengan Taiwan, termasuk hubungan perdagangan dan dukungan teknologi semikonduktor.

Isu ekspor chip canggih, pengembangan kecerdasan buatan, dan pembatasan teknologi juga masih menjadi jurang besar antara Washington dan Beijing.

Penutup

Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing menunjukkan bahwa hubungan Amerika Serikat dan China masih berada dalam fase penuh kehati-hatian. Meski kedua negara memilih mempertahankan stabilitas dagang sementara, belum ada terobosan besar yang mampu mengakhiri persaingan ekonomi dan teknologi di antara keduanya.

Fokus pada AI, semikonduktor, energi, dan perdagangan memperlihatkan bahwa rivalitas modern kini tidak lagi hanya soal tarif impor, tetapi juga perebutan dominasi teknologi global. Di saat yang sama, isu Taiwan tetap menjadi faktor sensitif yang dapat memengaruhi arah hubungan dua negara adidaya tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

Referensi:

BBC News – Trump and Xi hold talks but no trade deal agreed

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id