Internasional . 15/05/2026, 06:58 WIB
fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan penting di Beijing yang dipenuhi simbol diplomasi, pembahasan ekonomi, hingga isu teknologi global. Meski kedua pemimpin menyebut pembicaraan berlangsung produktif, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan dagang besar antara dua ekonomi terbesar dunia.
Pertemuan berlangsung lebih dari dua jam di Great Hall of the People, Beijing. Trump menyebut hubungan Amerika Serikat dan China sebagai “hubungan ekonomi paling penting di dunia”, sementara pihak Gedung Putih menggambarkan diskusi kedua pemimpin berlangsung positif.
Di sisi lain, Xi Jinping menegaskan bahwa hubungan bilateral harus dijaga melalui stabilitas strategis. Namun ia juga memberikan peringatan keras terkait Taiwan yang disebut sebagai isu paling sensitif dalam hubungan Washington dan Beijing.
Salah satu fokus terbesar dalam pertemuan tersebut adalah sektor teknologi dan perdagangan modern. Kehadiran sejumlah tokoh industri teknologi ikut mencuri perhatian dalam lawatan Trump ke China.
Pendiri Tesla, Elon Musk, terlihat mendampingi rombongan Trump bersama CEO Nvidia, Jensen Huang. Kehadiran mereka dianggap memiliki makna simbolis kuat karena industri kendaraan listrik, kecerdasan buatan, dan semikonduktor kini menjadi titik persaingan utama antara Amerika Serikat dan China.
Tesla diketahui sangat bergantung pada pasar China dan pabrik besar mereka di Shanghai. Sementara Nvidia berada di pusat persaingan global pengembangan AI, terutama setelah Amerika Serikat memperketat pembatasan ekspor chip canggih ke China.
Kehadiran Jensen Huang bahkan memicu spekulasi bahwa pembahasan soal akses chip AI dan teknologi semikonduktor menjadi topik yang lebih penting dibanding perkiraan awal.
Meski pembicaraan berlangsung intensif, kedua negara belum mencapai kesepakatan dagang besar ataupun penghapusan tarif baru. Amerika Serikat dan China hanya menegaskan kelanjutan “gencatan dagang” yang sebelumnya telah disepakati pada Oktober lalu.
Dalam kesepakatan sementara tersebut, Washington menunda kenaikan tarif tinggi terhadap barang-barang asal China, sementara Beijing melonggarkan pembatasan ekspor logam tanah jarang yang sangat dibutuhkan industri teknologi global.
Gedung Putih juga mengumumkan rencana pembentukan “Board of Trade”, sebuah mekanisme baru untuk menjaga komunikasi perdagangan kedua negara tanpa harus terus membuka negosiasi tarif besar setiap waktu.
Namun pejabat Amerika Serikat mengakui bahwa masih banyak detail teknis yang harus dibahas sebelum mekanisme itu benar-benar berjalan efektif.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id