Proyek ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang melibatkan PT Hutama Karya (Persero) sebagai Badan Usaha Jalan Tol.
Untuk pengerjaan konstruksi, Seksi 1 dan Seksi 2 ditangani oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, sedangkan Seksi 3 dikerjakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur.
Total nilai investasi proyek ini mencapai sekitar Rp14,98 triliun dengan masa konsesi selama 50 tahun.
Jika seluruh ruas selesai, waktu tempuh Palembang–Betung akan terpangkas drastis. Perjalanan yang sebelumnya memakan waktu sekitar tiga jam bisa ditekan menjadi hanya satu jam.
Efisiensi Biaya dan Dorong Ekonomi Daerah
Kehadiran jalan tol ini tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga menurunkan biaya transportasi. Distribusi barang menjadi lebih efisien sehingga mendukung aktivitas ekonomi di kawasan.
Selain itu, proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Selatan. Konektivitas yang lebih baik akan membuka akses ke berbagai wilayah dan memperkuat jaringan logistik nasional.
Perkuat Tulang Punggung Trans Sumatera
Ruas Kayuagung–Palembang–Betung akan menjadi bagian penting dari Jalan Tol Trans Sumatera. Infrastruktur ini berfungsi sebagai tulang punggung mobilitas orang dan barang di Pulau Sumatera.
Dengan progres yang terus meningkat dan target penyelesaian yang semakin dekat, proyek ini menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pembangunan ekonomi berbasis konektivitas. (*)