fin.co.id - Tren konsumsi suplemen di Indonesia terus melonjak. Banyak orang berlomba menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga mendukung gaya hidup aktif. Namun di balik tren ini, muncul fakta yang bikin waspada. Studi terbaru dari Herbalife mengungkap bahwa masih banyak konsumen belum memahami risiko tersembunyi, terutama soal interaksi antara suplemen dan obat.
Masalah ini bukan sepele. Jika dibiarkan, kebiasaan konsumsi suplemen tanpa pengetahuan yang cukup justru bisa berdampak negatif bagi kesehatan.
Interaksi Suplemen dan Obat
Herbalife menyoroti salah satu contoh yang cukup krusial, yaitu bunga St. John’s Wort. Bahan herbal ini diketahui dapat menurunkan efektivitas obat tertentu, seperti warfarin dan beberapa jenis statin. Artinya, suplemen yang dianggap “alami” belum tentu aman jika dikonsumsi bersamaan dengan obat medis.
Director, Research Development and Scientific Affairs Asia Pacific Herbalife, Dr. Alex Teo, menegaskan bahwa keputusan mengonsumsi suplemen tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ia menekankan pentingnya memahami berbagai aspek sebelum mengonsumsi produk tersebut.
Menurutnya, konsumen perlu memperhatikan komposisi bahan, kualitas produk, dosis yang direkomendasikan, hingga batas konsumsi harian. Selain itu, potensi interaksi dengan obat atau suplemen lain juga harus menjadi perhatian utama.
Data Mengejutkan: Banyak yang Konsumsi, Tapi Tidak Paham
Survei Herbalife pada Mei 2025 melibatkan 9.000 konsumen di 11 pasar. Hasilnya cukup mencengangkan, terutama di Indonesia.
Sebanyak 88 persen responden mengaku rutin mengonsumsi suplemen. Angka ini menunjukkan bahwa suplemen sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Namun, hanya 69 persen yang merasa yakin telah membuat keputusan yang tepat saat memilih suplemen.
Gap ini menunjukkan adanya masalah besar: tingkat konsumsi tinggi, tetapi pemahaman masih terbatas.
Tren Preventive Healthcare Semakin Kuat
Di sisi lain, kesadaran terhadap kesehatan preventif terus meningkat. Herbalife mencatat 92 persen responden di kawasan Asia Pasifik menganggap layanan kesehatan preventif sangat penting bagi kesejahteraan mereka. Angka yang sama juga muncul di Indonesia.
Artinya, masyarakat sudah mulai sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Namun, tanpa edukasi yang tepat, langkah ini bisa menjadi tidak optimal.
Baca Juga
Bahaya Konsumsi Berlebihan
Selain interaksi dengan obat, Herbalife juga mengungkap masalah lain yang tak kalah serius, yaitu minimnya pemahaman tentang batas konsumsi suplemen.