Nasional . 02/04/2026, 13:04 WIB
Gelombang tsunami setinggi 0,3 meter hingga 1 meter di atas permukaan pasang udara berpotensi terjadi di beberapa pantai Indonesia.
Peringatan ini diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gelombang laut yang bisa menyebar ke berbagai wilayah pesisir.
Sementara itu, otoritas meteorologi di Jepang juga ikut menyatukan dampak gempa ini.
Badan Meteorologi Jepang menyatakan bahwa kemungkinan perubahan permukaan laut di wilayah Jepang sangat kecil.
Meski begitu, lembaga-lembaga tersebut tetap memantau perkembangan aktivitas laut di kawasan Pasifik Barat.
Menurut pernyataan yang dikutip Reuters, perubahan permukaan laut mungkin terjadi di beberapa wilayah, namun diperkirakan tidak menimbulkan kerusakan tsunami di Jepang .
BMKG mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, terutama di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku Utara , untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta:
Tidak mudah menjangkau informasi yang belum terverifikasi
Memantau informasi resmi dari BMKG
Menjauhi pantai sementara waktu jika masih terdapat peringatan tsunami
BMKG juga menegaskan bahwa sistem pemantauan tsunami di Indonesia terus bekerja secara real-time untuk menampilkan kemungkinan gelombang susulan.
Dengan teknologi sensor laut, pelampung tsunami, serta jaringan seismograf yang tersebar di berbagai wilayah, lembaga ini dapat memberikan peringatan dini secara cepat jika terjadi ancaman tsunami.
Peristiwa gempa besar yang terjadi pada tanggal 2 April 2026 ini kembali mengingatkan bahwa kawasan Indonesia timur termasuk daerah yang aktif secara tektonik.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id