Dampak Gawai Berlebihan pada Balita Bikin Khawatir, Dokter Ungkap Risiko Serius Ini!

fin.co.id - 30/03/2026, 14:26 WIB

Dampak Gawai Berlebihan pada Balita Bikin Khawatir, Dokter Ungkap Risiko Serius Ini!

Paparan gawai berlebihan pada balita picu telat bicara dan gangguan sosial. Foto: Freepik.

fin.co.id - Penggunaan gawai pada anak balita kini makin tak terbendung. Banyak orang tua mengandalkan gadget untuk menenangkan anak, namun siapa sangka kebiasaan ini bisa berdampak serius pada tumbuh kembang mereka.

Dokter anak ahli tumbuh kembang pediatri sosial, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), mengungkapkan fakta yang bikin khawatir. Paparan gawai secara berlebihan ternyata dapat menghambat kemampuan berbicara sekaligus mengganggu keterampilan sosial anak sejak usia dini.

Gawai Jadi Pemicu Anak Telat Bicara

Dalam praktik klinis sehari-hari, Prof. Rini menemukan pola yang terus berulang. Anak-anak yang terlalu sering terpapar gawai cenderung mengalami keterlambatan bicara.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini bukan sekadar asumsi. Banyak kasus menunjukkan anak kesulitan berkomunikasi dengan teman sebaya akibat minimnya interaksi langsung.

“Yang sering terjadi adanya keterlambatan bicara dan kesulitan sosialisasi dengan teman sebaya” jelasnya dikutip dari ANTARA.

Fenomena ini makin sering muncul seiring meningkatnya penggunaan perangkat digital di rumah. Tanpa disadari, anak kehilangan momen penting untuk belajar berbicara secara alami.

Fase Balita Jadi Penentu Utama

Prof. Rini menekankan bahwa usia balita merupakan fase krusial dalam perkembangan bahasa dan sosial anak. Pada tahap ini, anak membutuhkan stimulasi aktif dari lingkungan sekitar.

Artinya, komunikasi dua arah antara anak dan orang tua tidak bisa digantikan oleh layar.

Interaksi seperti mengobrol, bermain bersama, hingga merespons ekspresi anak menjadi kunci utama. Sayangnya, penggunaan gawai justru menghilangkan elemen penting tersebut.

Ketika anak lebih sering menatap layar, mereka tidak mendapatkan pengalaman komunikasi yang utuh.

Minim Interaksi, Anak Hanya Meniru

Berbeda dengan interaksi langsung, penggunaan gawai bersifat satu arah. Anak hanya menerima informasi tanpa terlibat aktif dalam komunikasi.

Akibatnya, mereka cenderung sekadar meniru suara atau kata yang didengar tanpa memahami konteksnya.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis gaya hidup yang berfokus pada tren kecantikan dan fenomena viral. Berdedikasi mengulas tips perawatan diri yang praktis serta kurasi tren terkini di media sosial. Menyajikan informasi yang inspiratif, akurat, dan relevan bagi kebutuhan gaya hidup modern