Internasional . 27/03/2026, 16:02 WIB

Panic Buying Melanda Australia, PM Albanese Tenangkan Publik soal BBM

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Australia menghadapi lonjakan permintaan bahan bakar di tengah kekhawatiran global akibat konflik di Iran.

Laporan menunjukkan sejumlah pom bensin kehabisan stok, sementara harga diesel di beberapa wilayah meningkat hingga 85 persen sejak awal ketegangan.

Perdana Menteri Anthony Albanese berusaha menenangkan publik dengan menekankan bahwa pasokan nasional tetap stabil.

"Semakin lama perang ini berlangsung, dampaknya akan semakin terasa. Namun kami terus bertindak untuk mempersiapkan dan melindungi warga Australia dari yang terburuk," ujarnya.

Menteri Energi Chris Bowen menambahkan bahwa masalah saat ini lebih disebabkan oleh distribusi dan permintaan yang tinggi, bukan kelangkaan pasokan.

Di Queensland, khususnya di Cairns, sejumlah pom bensin independen telah kehabisan bahan bakar tanpa timbal, sementara harga diesel melambung tinggi.

Di New South Wales, satu dari tujuh pengecer melaporkan kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar.

Pemerintah memastikan bahwa untuk beberapa minggu ke depan, pasokan BBM tetap sama atau bahkan lebih tinggi dari biasanya.

Kenaikan harga bahan bakar ini terjadi bersamaan dengan serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta penutupan Selat Hormuz, yang menyebabkan harga minyak global meningkat tajam.

Pemerintah Australia terus memantau situasi dan berupaya menstabilkan distribusi untuk mengurangi kepanikan masyarakat.

Referensi:

BBC News, Reuters, The National

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id