Kesehatan . 27/03/2026, 20:33 WIB
fin.co.id - Pernahkah Anda merasa tiba-tiba ingin menangis hanya karena melihat iklan sedih atau justru merasa sangat marah karena hal sepele saat sedang datang bulan? Tenang, Anda tidak sendirian. Banyak wanita di seluruh dunia mengalami fase sensitif yang cukup ekstrem menjelang dan selama siklus menstruasi mereka.
Jika Anda merasa kewalahan menghadapi suasana hati yang tidak menentu, memahami penyebab medisnya adalah langkah pertama untuk mengendalikan situasi. Mari kita bedah lebih dalam mengapa hormon bisa membuat perasaan Anda menjadi begitu rapuh.
Penyebab utama kenapa emosi lebih sensitif saat haid terletak pada naik-turunnya kadar hormon dalam tubuh. Setelah masa ovulasi, kadar hormon estrogen dan progesteron akan merosot tajam jika tidak terjadi pembuahan. Penurunan drastis ini memicu reaksi berantai pada sistem saraf pusat.
Estrogen tidak hanya berperan dalam sistem reproduksi, tetapi juga memiliki pengaruh besar pada fungsi otak. Saat kadar estrogen tinggi, Anda cenderung merasa lebih tenang dan bahagia. Sebaliknya, ketika hormon ini anjlok menjelang menstruasi, stabilitas emosi Anda ikut goyah. Kondisi inilah yang membuat Anda merasa lebih sensitif, mudah tersinggung, hingga mengalami kecemasan yang meningkat.
Mengapa penurunan hormon berdampak langsung pada kebahagiaan Anda? Jawabannya adalah serotonin. Serotonin merupakan zat kimia otak (neurotransmiter) yang bertugas mengatur suasana hati, tidur, dan nafsu makan. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan estrogen memicu penurunan kadar serotonin secara signifikan.
Ketika kadar serotonin rendah, Anda akan lebih mudah merasa sedih, sulit tidur, bahkan mengalami keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan manis (craving). Inilah alasan mengapa banyak wanita merasa butuh cokelat atau makanan tinggi karbohidrat saat sedang datang bulan. Tubuh secara alami berusaha mencari cara instan untuk meningkatkan kembali kadar serotonin yang hilang.
Selain faktor kimiawi di otak, rasa tidak nyaman secara fisik juga berkontribusi besar pada sensitivitas emosi. Bayangkan Anda harus tetap produktif sambil menahan kram perut yang hebat, payudara yang nyeri, hingga perut kembung. Rasa sakit yang kronis selama beberapa hari ini tentu akan menguras energi mental siapa pun.
Kurangnya kualitas tidur akibat nyeri haid juga memperburuk keadaan. Saat tubuh kurang istirahat, kemampuan otak untuk meregulasi emosi akan menurun drastis. Hal ini menciptakan lingkaran setan: rasa sakit fisik memicu stres, dan stres membuat persepsi rasa sakit menjadi lebih kuat.
Meskipun perubahan emosi ini bersifat alami, Anda tetap bisa melakukan langkah-langkah untuk meminimalisir dampaknya. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
Jika emosi Anda terasa sangat ekstrem hingga mengganggu aktivitas sehari-hari atau merusak hubungan interpersonal, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Bisa jadi Anda memerlukan penanganan medis khusus untuk menyeimbangkan kadar kimia dalam tubuh.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id