Ruang Cerita . 27/03/2026, 16:08 WIB

Balik Kampung 2026 (Part 2): Kursi Pijat, Solo, dan Air Mata Anabul

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Admin

Oleh: Sigit Nugroho, Pemred FIN Group

Ringkasan Part 1: Perjalanan nekat tim FIN Group dimulai. Dari aspal Tangerang-Merak hingga menembus kemacetan Trans Jawa. Kami bertarung dengan waktu, konten, hingga urusan perut. Tidur di rest area pun jadi kemewahan yang getir sebelum akhirnya kami terdampar di perbatasan Jawa Tengah.

Bagi yang belum membaca Part 1, silahkan ikuti TAUTAN INI

Cerita berlanjut. Masih di hari keempat. Lokasinya: Resta Pendopo KM 456, ruas Semarang-Solo.

Pagi itu saya merenung. Saya baru saja mencetak rekor pribadi yang agak konyol: menghabiskan Rp100 ribu di kursi pijat. Tarifnya Rp10 ribu per 10 menit. Artinya, saya "disiksa" mesin itu selama 100 menit. Rasanya? Nano-nano. Bukannya segar, tulang punggung rasanya mau copot.

Belum lagi pengalaman belanja baju pukul 23.45 WIB—nyaris saat toko tutup. Dan puncaknya: tidur di bagasi Mazda CX5 bareng Ari. Bayangkan, dua laki-laki berbadan "besar" melingkar di ruang sempit. Rasanya? Seperti sarden dalam kaleng.

Untung ada Michelle. Rendy menjulukinya "Wanita ASTRA". Berkat bantuan beliau, misi di rest area tuntas. Stock shoot aman. Kami langsung tancap gas ke Solo.

Romansa De Tjolomadu dan Sego Liwet

Tujuan kami sebenarnya meninjau Tol Solo-Yogya. Tapi sebelum itu, kami "setor nyawa" dulu ke hotel legendaris: Lorin Solo. Terima kasih Derry, editor senior kami, yang sudah mengusahakan tempat tidur layak bintang lima.

Kami sempat memutari De Tjolomadu. Eks pabrik gula yang kini jadi museum megah. Ingatan saya melayang ke tahun 2024. Saat kampanye Prabowo-Gibran. Konser Dewa 19 di sana pecah sekali.

Di sini, Aldo Simanjuntak beraksi. Dengan iPhone 16-nya, ia "berburu" gambar bak kesurupan kreatif. Ari pun tak mau kalah. Cekrak-cekrek dengan Android mahalnya. Entah apa yang ia potret, katanya mau bikin news feature. Sampai tulisan ini terbit, naskahnya masih gaib.

Malamnya, kami "pesta" rakyat. Sego Liwet Yusani. Ari dan Rendy yang asing dengan menu ini langsung jatuh cinta. Saya? Sampai nambah. Belum puas, kami tutup dengan Susu Shi Jack. Saya pesan STMJ telur ayam kampung. Hangat. Mantap.

Di Lorin, Rendy akhirnya menemukan "harta karun" yang ia cari sejak Bekasi: hair dryer. Si "Tuan Muda" ini memang unik. Ia bahkan sempat jadi reviewer dadakan Tongseng Bunda di Cirebon, meski gayanya masih kaku seperti kanebo kering.

Runtuhnya Mental di Solo

Pagi, 17 Maret 2026. Harusnya jadi hari yang ceria. Tapi sebuah pesan singkat dari istri merusak segalanya.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id