fin.co.id
- Awal Maret 2026 pejabat tinggi Amerika Serikat dan Venezuela mengumumkan kesepakatan untuk memperluas kerja sama dalam sektor pertambangan di Venezuela.
Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan antara U S Secretary of the Interior Doug Burgum dan Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez di istana kepresidenan Caracas menandai momen penting dalam hubungan bilateral yang sebelumnya tegang
Venezuela memiliki cadangan mineral yang sangat kaya termasuk emas berlian dan mineral tanah jarang yang penting bagi teknologi modern seperti ponsel dan kendaraan listrik.
Selama bertahun tahun eksploitasi sektor pertambangan dikendalikan ketat oleh negara namun praktik pertambangan ilegal dan kurangnya investasi membatasi pengembangan industri secara optimal.
Reformasi yang direncanakan bertujuan membuka peluang bagi investasi asing dan teknologi baru sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara
Delcy Rodriguez mengungkapkan pemerintah tengah menyusun perubahan undang undang pertambangan yang akan diajukan ke Majelis Nasional Venezuela. Tujuannya adalah membuka kerangka hukum agar perusahaan asing dapat ikut serta dalam eksploitasi sumber daya mineral negara itu.
Reformasi ini diharapkan mencerminkan langkah serupa yang telah dilakukan pada sektor hidrokarbon sebelumnya yang telah memungkinkan investasi asing masuk dan mendukung pertumbuhan ekonomi
Doug Burgum menekankan pentingnya kerja sama ini untuk membuka peluang investasi besar di sektor pertambangan. Ia hadir dengan delegasi yang terdiri dari lebih dari dua puluh perusahaan pertambangan dan mineral dari Amerika Serikat yang diperkirakan membawa investasi miliaran dolar dan menciptakan ribuan lapangan kerja baru.
Kedua negara juga menekankan pengembangan rantai pasok mineral strategis seperti niobium tantalum dan bauksit yang penting bagi industri teknologi dan energi global
Meski kerja sama ini menjanjikan potensi ekonomi yang besar tantangan tetap ada. Pertambangan ilegal di wilayah seperti Orinoco Mining Arc telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan mempengaruhi komunitas lokal.
Selain itu dinamika politik Venezuela yang sensitif dan isu kedaulatan sumber daya menjadi perhatian penting karena keterlibatan perusahaan asing dapat menimbulkan perdebatan domestik maupun internasional mengenai kontrol terhadap kekayaan alam negara
Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Venezuela dalam sektor pertambangan menunjukkan upaya kedua negara untuk menjajaki peluang ekonomi baru setelah periode ketegangan politik.
Melalui reformasi hukum dan keterlibatan perusahaan asing Venezuela berusaha mengoptimalkan potensi sumber daya mineralnya sementara AS memperoleh akses terhadap mineral strategis untuk industri teknologi dan energi.
Meskipun prospek ekonomi terlihat menjanjikan tantangan lingkungan dan pertanyaan mengenai kedaulatan sumber daya tetap menjadi bagian penting dari diskusi ini
Referensi:
Reuters US interior secretary meets with Rodriguez mining companies in Venezuela visit
Cibercuba Delcy Rodriguez meets with the US Secretary of the Interior and seeks to expand mining investments in Venezuela
The Week US interior secretary in Venezuela to discuss critical minerals
Bloomberg Law Venezuelan opportunities are vast Trump official tells miners
Argus Media US adds critical minerals to focus in Venezuela
Latar Belakang Kerja Sama
Rencana Reformasi Hukum Pertambangan
Fokus Kerja Sama dan Prospek Investasi
Tantangan dan Kritik
Baca Juga
Kesimpulan
AS dan Venezuela Sepakat Jalin Kerja Sama Sektor Pertambangan
fin.co.id - 05/03/2026, 11:28 WIB
Kerja Sama Sektor Pertambangan AS dan Venezuela, Ilustrasi: DALL·E 3
TERKINI
Terpopuler
1
Posraya Indonesia Ucapkan Selamat Bekerja kepada Kepala BGN Baru Nanik Sudaryati Deyang
1 hari lalu
2
Upaya Penegakan Disiplin: Pemkot Cirebon Stop Gaji ASN yang Mangkir Kerja 10 Hari Berturut-turut!
2 hari lalu
3
Resmi! John Herdman Umumkan 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026, Dua Nama Jadi Sorotan!
2 hari lalu
4
Hadiri Purna Tugas Dua Pejabat Eselon II, Gubernur Andra Soni Minta Dedikasi Tiada Henti untuk Masyarakat
2 hari lalu
5
Komisi IV DPR RI Soroti Distorsi Informasi Swasembada Pangan, Lihat Data dan Fakta
2 hari lalu