Opini . 04/03/2026, 15:15 WIB

Retorika Ketahanan Energi, Realitas 20 Hari: Negara Lengah di Tengah Krisis

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Sigit Nugroho

Ini bukan sekadar ironi kebijakan. Ini ancaman keamanan nasional.

Saatnya Jujur

Sebagai Direktur Pertanian dan Energi BEM PTNU, saya melihat ini dengan terang:

ketahanan energi bukan slogan kampanye. Ia harus terukur.

Minimal 90 hari cadangan.

Kilang domestik kuat.

Produksi nasional meningkat.

Bioenergi desa tumbuh.

Tanpa itu, semua pidato hanyalah kosmetik politik.

Karena bangsa yang benar-benar berdaulat tidak menghitung energinya per minggu.

Ia menghitungnya untuk masa depan.

Dan jika hari ini kita hanya punya 20 hari, maka yang perlu dikoreksi bukan hanya pasar global—melainkan keberanian pemerintah sendiri untuk mengakui bahwa mereka terlambat, dan selama ini abai. (*)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id