Nasional . 31/07/2026, 20:46 WIB

Dugaan Keracunan Menu MBG Kembali Terjadi, 103 Orang Jadi Korban!

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) Kembali terjadi. Kali ini dugaan kasus terjadi di Tulungagung, Jawa Timur. Dilaporkan ada 103 korban keracunan masal usia menyantap paket menu MBG yang dikirim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo.

Korban terdiri dari siswa, balita, guru, dan sisanya penerima manfaat di lingkungan Posyandu. Tim Pengawas Keamanan Pangan Program MBG terus memantau langkah mitigasi dan penanganan 103 korban keracunan massal.

"Ini sebenarnya kejadiannya pada Senin, 27 Juli 2026, tapi baru dilaporkan ke kami oleh perangkat desa pada Rabu, 29 Juli 2026," kata Ketua Tim Pengawas Keamanan Pangan Program MBG Kecamatan Rejotangan, Eko Sumaryono, Jumat, 31 Juli 2026.

Eko menjelaskan, kondisi para korban yang didominasi kelompok 'B3' atau ibu hamil, menyusui dan Balita sudah membaik dan stabil. Hanya tinggal satu korban yang sampai saat ini masih di rawat di Puskesmas Banjarejo.

Evaluasi Mekanisme Pelaporan

Tim Pengawas Keamanan Pangan Kecamatan Rejotangan juga mengevaluasi mekanisme pelaporan kejadian agar setiap indikasi gangguan keamanan pangan segera ditindaklanjuti sehingga penerima manfaat dapat memperoleh penanganan lebih cepat.

Sebagai langkah pencegahan, operasional SPPG Pakisrejo dihentikan sementara sejak Kamis, 30 Juli 2026, berdasarkan instruksi Badan Gizi Nasional (BGN) sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

"Operasional SPPG Pakisrejo ditutup sementara sesuai instruksi BGN hingga proses evaluasi selesai," ujar Eko.

Korban Jalani Perawatan Intensif

Saat ini korban dugaan keracunan dilaporkan sedang menjalani perawatan. "Satu pasien masih dalam pengawasan intensif karena masih mengalami keluhan mual-muntah dengan kondisi lemah. Tapi secara umum sudah cukup baik juga," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Aris Setyawan.

Sedang untuk kepentingan penyelidikan, lanjut Aris, pihaknya telah mengambil sampel sisa makanan dan cairan sisa muntahan sejumlah korban.

Polisi Datangi Lokasi Kejadian

Polisi melalui tim inafis dikabarkan merapat ke lokasi kejadian termasuk ke SPPG Pakisrejo untuk olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan standar demi memastikan kasus tersebut bukan karena ada unsur perbuatan pidana. Disengaja ataupun pidana lainnya.

Saat peristiwa keracunan terjadi, menu yang disajikan SPPG Pakisrejo terdiri atas nasi putih, daging masak kecap, buncis, tempe, jeruk, dan kerupuk.

Menurut dia, sejumlah penerima manfaat kemudian mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id