Ruang Cerita . 28/02/2026, 10:00 WIB

Curug Ciparay, Surga Sunyi di Kaki Gunung Karacak

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

Debit air yang besar membuat suasana di sekitarnya terasa hidup. Percikan air beterbangan, menyentuh wajah seperti embun yang lahir dari batu. Di bagian bawah, kolam dangkal menjadi tempat pengunjung bermain air atau sekadar merendam kaki, membiarkan dinginnya meresap perlahan. 

Dikelilingi tebing alami dan pepohonan lebat dan bebatuan, kawasan ini menghadirkan nuansa hutan yang masih perawan, sunyi, asri, dan menenangkan.

Bagi pemburu gambar, harus serba teliti. Sebab embun yang berterbangan, bisa basahi lensa kamera atau ponsel, hingga gambar menjadi blur dan tidak fokus. Maka disarankan agar sedikit menjauh dari derasnya air terjun ketika memotret. 

Pada hari-hari libur dan tanggal merah, Curug ini selalu dikunjungi warga Tasikmalaya dan sekitarnya. Ada yang datang dengan berkelompok, keluarga, ada pula yang datang berpasangan. 

Fahrul, salah satu warga Singparna akui sudah sering habiskan waktu liburan di Curug Ciparay bersama tema-temannya saat libur sekolah. 

"Sudah beberapa kali saya datang di sini bersama teman-teman untuk sekedar berfoto" katanya saat berbincang dengan fin.co.id

Dia akui, Curug Ciparay dekat dengan Singaparna sehingga hanya mengendarai sepeda motor sudah bisa ke lokasi wisata tersebut. 

Curug Ciparay, Air Terjun Kembar di Hutan Perawan

Fahrul , salah satu pengunjung berpose di spot Curug Ciparay (dok/fin) 

Oh iya hampir lupa, ada spot menarik berupa perahu yang berada di area parkir. Spot ini menjulang ke jurang. Dari titik ini, bentang alam Curug Ciparay terlihat lebih luas. Hutan rimbun menjadi latar utama, sementara di kejauhan, siluet Gunung Galunggung tampak samar, seakan menjadi penjaga dari balik cakrawala.

"Silakan, foto di sini (perahu) gratis," kata seseorg petugas kebersihan.

Meski berada di tengah alam, fasilitas di kawasan ini cukup memadai. Area parkir, toilet, warung, saung, hingga spot foto tersedia tak jauh dari pintu masuk. Untuk jajanan, tak perlu khawatir. Bantak warung-warung kecil menjajakan makanan di area parkir. 

Curug ini baru terkenal beberapa tahun belakangan. Pada 2021,  akses menuju Curug ini cukup sulit. Jalan tanpa aspal dan berbatu, serta licin, membuat Curug ini terisolasi dari jangakauan wisatawan. Hingga pada 2022, Curug tersebut mulai berbenah karena mulai sering dikunjungi. Sejumlah fasilitas pun telah dibangun. 

Salah satu pengelola yang enggan namanya disebutkan mengatakan, Kemajuan sejumlah fasilitas di Curug ini merupakan kerja keras pemerintah Desa Cidugaleun yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan mengalokasikan dana sebesar Rp150 juta untuk mengembangkan wisata tersebut.

Wisata Curug Ciparay memang bukan sekadar titik pemandangan; ia telah berkembang menjadi salah satu destinasi alam yang makin diperhatikan pemerintah daerah dan warga setempat.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id