News . 02/02/2026, 20:34 WIB
Sebagian ulama memang menilai sebagian hadits tentang Nisfu Sya’ban berstatus dhaif (lemah). Namun, menurut kaidah yang dianut mayoritas ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, hadits dhaif boleh diamalkan dalam konteks fadhail a’mal (keutamaan amal).
Artinya, hadits dhaif tidak digunakan untuk menetapkan hukum halal-haram, tetapi boleh menjadi dasar untuk anjuran ibadah sunnah selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat.
Karena itu, menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan ibadah tidak termasuk perbuatan terlarang.
Ulama tidak mewajibkan bentuk ibadah tertentu. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
Malam Nisfu Sya’ban dapat dijadikan momentum muhasabah diri sebelum memasuki Ramadhan. Di malam ini, umat Islam dianjurkan untuk
Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan ibadah adalah amalan yang dibolehkan dan dianjurkan, selama dilakukan dengan niat yang benar dan tanpa keyakinan yang menyimpang
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id