Ruang Cerita . 31/01/2026, 17:57 WIB

JANJI Tertinggal di Lumpur Cisarua: IBU ADALAH ALASANKU UNTUK PULANG DENGAN UTUH

Penulis : Rizal Husen
Editor : Rizal Husen

“Setiap barang yang ditemukan selalu kami perlakukan seolah itu milik keluarga kami sendiri,” ujar seorang anggota tim SAR dengan suara parau. 

“Karena bisa jadi, itu memang milik seseorang yang sedang ditunggu pulang oleh keluarganya,” imbuhnya. 

Entah di mana. Mungkin ada seorang ibu yang masih menunggu kabar. Menunggu telepon yang tak kunjung berdering. Menunggu di pintu rumah yang selalu terbuka. Menunggu anaknya pulang. Seperti yang dijanjikan dalam dompet itu.  

Di balik seragam militer, tugas dan keberanian, selalu ada satu alasan paling manusiawi untuk kembali: Ibu

Tas tersebut kini telah diamankan. Tapi pesannya sangat menyentuh hati. Meruntuhkan ketegaran siapa pun yang membacanya. 

Di lereng sunyi Gunung Burangrang, langkah mereka terhenti. Namun pengabdian tidak pernah berakhir. Sebanyak 23 prajurit petarung Korps Marinir TNI AL gugur saat menjalani latihan Pra Tugas pengamanan perbatasan RI–PNG.

Personel Batalyon Infanteri (Yonif) 9 Marinir itu pergi dalam tugas. Dengan sumpah setia yang tetap menggenggam dada hingga napas terakhir.

Banyak airmata mengalir. Bukan karena lemah. Tetapi karena kehilangan putra-putra terbaik yang memilih jalan paling berat demi merah putih tetap berkibar.

Lumpur Cisarua tidak akan mampu menghapus kalimat itu. Ia akan terus terbaca. Menjadi pengingat di balik angka-angka statistik korban bencana longsor. 

Ada cinta yang teramat dalam. Ada harapan yang terkubur di rahim bumi Cisarua. Ada seorang ibu yang tak akan pernah berhenti menanti di ambang pintu.

Tulisan tangan di dompet itu sederhana. Bahkan sangat-sangat sederhana. Pesannya jadi pengingat. Bukan hanya untuk tentara. Tapi bagi semua orang. Sejauh apa pun dirimu melangkah, jalan pulang yang paling indah adalah kembali ke pelukan ibu.

Di Cisarua, lumpur pekat itu telah menyimpan janji sang anak kepada ibunya. Apakah ia akan pulang ke rumah dalam keadaan utuh, seperti yang dijanjikan? Atau pulang dalam cara lain. Cara yang tak pernah diinginkan seorang ibu? 

Pertanyaan besar penuh misteri itu masih menggantung di langit Cisarua, bersama kabut yang belum sepenuhnya pergi.(*)

Daftar 23 Prajurit Marinir Korban Musibah Longsor Cisarua

  1. Serka Mar Afriansyah S. (NRP. 118630)
  2. Serda Mar Sidiq H. (NRP. 108833)
  3. Serda Mar Anthoni Tahara Putra (NRP. 137926)
  4. Serda Mar Rein Pasau (NRP. 139570)
  5. Serda Mar Riswan Aradia (NRP. 143310)
  6. Koptu Mar Choni Chorniawan (NRP. 108799)
  7. Pratu Mar Febry Bramantio (NRP. 129926)
  8. Pratu Mar Andiko Affiari Rahmat (NRP. 132530)
  9. Prada Mar Muhammad Dirwa A. (NRP. 136379)
  10. Pratu Mar M. Genta Al Akbar (NRP. 136464)
  11. Prada Mar Erik Rinaldi (NRP. 140504)
  12. Pratu Mar B. C. Silitonga (NRP. 142635)
  13. Pratu Mar Dicky Yogha P. (NRP. 129056)
  14. Pratu Mar Heru Susanto (NRP. 128953)
  15. Pratu Mar Hamid Dwi Ismail (NRP. 126679)
  16. Praka Mar Ari Kurniawan (NRP. 125191)
  17. Praka Mar Anton Kharisma (NRP. 124579)
  18. Praka Mar Randa Pratama (NRP. 123972)
  19. Praka Mar Andre Nicky Olga S. (NRP. 123213)
  20. Praka Mar Ulil Amri (NRP. 123157)
  21. Praka Mar Muhammad Kori (NRP. 122334)
  22. Praka Mar Muhamad Mahfudi (NRP. 121461)
  23. Koptu Mar Edi Haryono (NRP. 111964)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id