Jejak Akulturasi dalam Tungku Tanah Liat : Sebuah Kenikmatan Empal Gentong

fin.co.id - 24/01/2026, 20:35 WIB

Jejak Akulturasi dalam Tungku Tanah Liat : Sebuah Kenikmatan Empal Gentong

Empal Gentong dan Sate Kambing Haji Apud (Tuahta Aldo / fin.co.id)

Proses memasak tradisional ini memberikan aroma asap (smoky) yang lembut dan menjaga kestabilan suhu masakan.

Kuali tanah liat dipercaya mampu menjaga mineral dalam masakan tetap stabil, menghasilkan rasa yang lebih "bulat" dibandingkan memasak dengan panci logam modern.

Bumbu kuning yang dominan mencerminkan pengaruh budaya kuliner India dan Arab yang dibawa oleh para penyebar agama dan pedagang masa silam.

Namun, Cirebon menyerapnya dengan cerdas, menyesuaikan lidah lokal hingga lahirlah rasa yang kini kita kenal sebagai identitas asli Battembat.

Aroma Sate dan Nostalgia di Kedawung

Jejak Akulturasi dalam Tungku Tanah Liat : Sebuah Kenikmatan Empal Gentong

Pelayan tengah membakar Sate Kambing di restoran H. Apud - Tuahta Aldo - 

Siang itu, matahari Cirebon terasa cukup menyengat, namun gairah untuk mencicipi mahakarya Haji Apud tidak luntur. 

Aroma sate yang tengah dibakar di area depan restoran langsung menyergap indra penciuman begitu kaki melangkah turun dari mobil.

Deretan kendaraan dengan plat nomor luar kota memenuhi area parkir, sebuah validasi bisu bahwa tempat ini adalah magnet wisata kuliner yang tak pernah sepi.

Bagi saya (Aldo), perjalanan ke Cirebon kali ini memiliki dimensi emosional yang berbeda.

Ada rasa rindu yang berkelindan dengan aroma kunyit, menikmati hidangan ini adalah ritual wajib setiap kali saya "Ngapel", apalagi kali ini ditemani oleh sosok spesial berinisial G, sang kekasih hati.

"Mas mau pesan Empal Gentong dua dan sate kambing 15 tusuk, pakai nasi dua ya mas," ucap saya pada pelayan.

Meski teman dekat saya, Ari Nurcahyo, sering berkelakar bahwa porsi makan saya adalah "porsi kuli", namun saya tidak peduli dan tetap menambah nasi.

Tuahta Aldo
Tuahta Aldo
Penulis

Saya merupakan jurnalis fin.co.id yang bertugas meliput peristiwa di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Selain aktif sebagai penulis berita, saya juga aktif menjalani hobi Fotografi dan travelling.