News . 18/01/2026, 16:56 WIB

Pilunya Ayah Korban Pesawat ATR 42-500: Belum Pasang Bendera Kuning, Masih Menanti Keajaiban

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Sigit Nugroho

Ia mengenang kebiasaan Deden yang selalu meminta doa ketika hendak berangkat bekerja atau menjalankan dinas.

"Biasanya kalau dia mau berangkat Dinas itu suka bilang minta didoain," tuturnya.

Luka Mendalam atas Hilangnya Pesawat ATR 42-500

Mendengar kabar hilangnya pesawat ATR 400 yang ditumpangi Deden Maulana, Mukhsin mengaku syok berat.

Ia tak bisa membayangkan lagi mendengar suara putranya meminta doa saat hendak berangkat bekerja.

"Gak ada kabar, saya tahu kabarnya udah begitu," ujarnya dengan nada lirih.

Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga.

Mereka terus berjuang menanti kabar baik, di tengah ketidakpastian yang menyelimuti nasib para penumpang.

Setiap detik terasa begitu berat bagi Mukhsin dan keluarga.

Mereka berharap pemerintah dan tim SAR dapat segera memberikan titik terang.

Semoga saja keajaiban yang mereka nantikan segera terwujud.

Perjuangan menemukan korban dan mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini menjadi prioritas utama.

Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan keluarga korban.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. - Fajar Ilman/Disway

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id