Ruang Cerita . 27/12/2025, 17:06 WIB

Berburu Koi di Pasar Ikan Terbesar Asia Tenggara

Penulis : Derry Sutardi
Editor : Derry Sutardi

“Koi… Koi… ikan mas juga ada nih!”

“Cupang, cupang, warnanya cakep!”

“Arwana kecil, murah, murah!”

Nada mereka bukan marah, bukan juga sekadar memanggil. Ini semacam seni. Kadang tinggi, kadang rendah, kadang bikin orang refleks nengok walau tidak niat beli.

Dari semua teriakan itu, satu kata yang paling sering membuat saya menoleh adalah 'Koi'.

Bukan karena saya penggemar berat, tapi karena anak saya memang sudah mengunci targetnya sejak dari rumah.

Sejak masuk area pasar, si Nezar sudah berubah jadi komisaris utama proyek pembelian koi. Setiap melihat ikan lain, reaksinya datar. Tapi begitu melihat koi, matanya berbinar.

“Ayahh… koi aja,” teriaknya

Saya coba alihkan ke ikan lain. Koki? Tidak. Guppy? Tidak. Cupang? Lewat. Tetap koi.

Setelah berputar-putar mengelilingi hampir semua area pasar yang jaraknya terasa dua kali lebih jauh karena penuh sesak dan licin saya akhirnya menyerah.

Ini bukan lagi soal ikan, tapi soal mempertahankan kewarasan.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id