MEGAPOLITAN . 15/12/2025, 10:41 WIB
Kata dia, Eduwisata Desa Sodong juga sudah bekerja sama dengan beberapa kampus seperti Universitas Pelita Harapan (UPH). Bahkan rencananya mahasiswa dari Singapura akan datang untuk melakukan praktik di sana.
"Kita harap eduwisata ini bisa bawa manfaat bagi warga dan menambah pendapatan desa," ujarnya.
Desa Toleransi: Keberagaman Bukan Perpecahan, Tapi Kekuatan
Desa Sodong juga dikenal sebagai "desa toleransi". Di sana, ada tempat ibadah untuk Muslim (masjid, mushola), Hindu (pura), Konghucu (kelenteng), dan Buddha (vihara). Meski berbeda keyakinan tapi tak pernah ada polemik atau konflik sosial.
Boleh dibilang, Desa dengan total penduduk 12.868 jiwa yang tersebar di 3 jaro, 10 RW, dan 46 RT, serta luas wilayah 434 hektar ini menjadi miniatur Indonesia yang penuh keberagaman, semangat gotong royong, dan keinginan untuk terus berkembang.
"Semua warga diajak berpartisipasi dalam kegiatan bersama, mulai dari acara budaya sampai kerja bakti. Sehingga mereka merasa diakui, tidak terpinggirkan dan pada akhirnya semua bekerja sama untuk membangun desa," tuturnya.
Langkah Kecil Menuju PADes yang Lebih Besar
Mengenai pendapatan asli desa (PADes), meskipun masih di bawah Rp10 juta per tahun dari Bumdes, desa terus berusaha memperkuat unit usaha. Sekarang, Bumdes Sodong sudah punya unit pertanian, perdagangan, dan bahkan merchandise eduwisata seperti kaos dengan tulisan "Eduwisata Petani Desa Sodong".
"Penghargaan ini bukan akhir, tapi pemicu untuk terus berkreasi dan berinovasi," tandasnya.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id