News . 16/12/2024, 09:01 WIB
Datuk Jasni bercerita, dia sudah lama memikirkan bagaimana caranya agar produk sastra bisa kembali marak di masyarakat. Puisi esai, menurut Datuk Jasni, lebih mudah diterima masyarakat karena isinya adalah persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari dan memiliki unsur kemanusiaan yang kental.
Namun, Datuk menekankan bukan berarti puisi esai diterima dengan mulus di Sabah. Banyak pula orang yang menolak kehadiran puisi esai di Sabah. Tetapi penolakan warga terhadap puisi esai tidak sekeras di Indonesia.
Di Sabah orang menolak puisi esai lebih karena mereka tidak bisa menerima bagaimana sebuah esai bisa dipadukan dengan puisi. Bagi mereka itu mustahil dilakukan. Kalau puisi, ya, puisi. Esai, ya, esai. Penolakan hanya sebatas itu saja.
Ia berbesar hati bahwa pada 2024 ini puisi esai telah menjadi wahana sastra Melayu Nusantara di tingkat ASEAN dan global,
Datuk Jasni adalah sosok yang memprakarsai Festival Puisi Esai di Kota Kinabalu. Ia mengundang para sastrawan dan akademisi sastra dari Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan sebagainya. Ia juga yang memprakarsai Lomba Menulis Puisi Esai Se-ASEAN.
Datuk Jasni adalah juga pimpinan Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Sabah, serta Dewan Bahasa dan Sastera (Bahasa) Sabah.
Pembicara lain, penyair Fatin Hamama --yang mempromosikan puisi esai ke Mesir-- pada kesempatan itu menyatakan, “Puisi esai membawa misi kemanusiaan yang universal. Puisi esai juga menjadi sarana alternatif sebagai diplomasi sastra.”
Dalam diskusi itu, Fatin menuturkan perjuangannya untuk puisi esai di tahap awal, ketika genre sastra itu dan penggagasnya menjadi sasaran kritik dan hujatan dari pihak-pihak, yang belum bisa menerima eksistensi puisi esai.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id