Meskipun perubahan skema subsidi dari harga BBM yang lebih murah menjadi bantuan tunai berpotensi mengurangi beban anggaran negara, Achmad menekankan bahwa pelaksanaan kebijakan ini harus dilakukan dengan hati-hati.
Pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak merugikan kelompok masyarakat yang selama ini bergantung pada subsidi langsung.
"Jika pemerintah serius ingin mengubah skema subsidi BBM menjadi BLT, maka harus ada komitmen kuat untuk menjaga stabilitas harga, agar kenaikan harga BBM tidak memicu inflasi yang meluas dan semakin menambah beban ekonomi bagi masyarakat miskin," tegas Achmad.
Sebagai solusi jangka panjang, Achmad menyarankan agar pemerintah tidak hanya mengandalkan BLT, tetapi juga memperkuat program-program yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat, seperti subsidi yang lebih tepat sasaran atau program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah sendiri belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai rincian dan implementasi rencana perubahan skema subsidi ini, namun kebijakan ini diperkirakan akan segera diterapkan sebagai bagian dari upaya pengendalian anggaran negara. (DSW/BIA)