Kesehatan . 03/11/2024, 08:21 WIB
Kenapa? Para ahli menduga, CFS bisa menyebabkan intoleransi ortostatik, yaitu kondisi di mana aliran darah ke otak berkurang saat berdiri.
Nggak cuma capek dan pusing, penderita sindrom kelelahan kronis juga sering merasakan nyeri di berbagai bagian tubuh, seperti kepala, otot, persendian, bahkan tenggorokan.
Uniknya, nyeri ini nggak selalu disertai kemerahan atau pembengkakan.
Jennifer Caudle, DO, seorang dokter dari Rowan School of Osteopathic Medicine di New Jersey, menjelaskan bahwa CFS seringkali sulit didiagnosis karena penyebabnya belum diketahui secara pasti.
Sama seperti kanker, CFS juga bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau latar belakang sosial.
Namun, perlu diingat bahwa wanita memiliki risiko 4 kali lebih tinggi untuk terkena CFS dibandingkan pria.
Jika kamu merasa mengalami gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter.
Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain dan memberikan diagnosis yang tepat.
Penting untuk diingat, sindrom kelelahan kronis bukan penyakit yang memalukan.
Dengan penanganan yang tepat, kamu bisa tetap menjalani hidup dengan kualitas yang baik.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran medis. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id