News . 09/08/2024, 09:07 WIB
Akouhoo mengatakan, pihaknya mendapati informasi di lapangan bahwa pilot asal Selandia Baru itu ditembak oleh TNI yang bertugas di Timika. Namun, pihaknya akan segera memberikan laporan investigasi.
"Sangat mustahil bagi pasukan TPNPB untuk membunuhnya," tuturnya.
Akouhoo melanjutkan bahwa pihaknya menjunjung tinggi prinsip-prinsip kemanusiaan dalam perjuangan kemerdekaan dari Indonesia di Papua Barat dalam beberapa tahun terakhir.
"Terbukti kepada dunia bahwa hingga saat ini Pilot Phillep masih bisa diselamatkan oleh pasukan Panglima Egianus Kogoya dari serangan dan pengeboman Indonesia," katanya.
"Kami juga mendorong agar Selandia Baru dan seluruh negara anggota di seluruh dunia termasuk organisasi hak asasi manusia internasional tidak mudah percaya terhadap tuduhan dan laporan pihak berwenang Indonesia, melainkan mengirimkan Tim Investigasi internasional yang Netral dari PBB," katanya.
Diketahui, peristiwa pembunuhan pilot Selandia ini terjadi ketika Malcolm tengah mengantar empat tenaga kesehatan (nakes) dan dua anak.
Saat itu, Malcolm berangkat dari Bandara Mazes Kilangin Timika menuju Distrik Alama, Kabupaten Mimika Papua Tengah.
Pilot Selandia Baru ini menerbangkan helikopter milik PT Intan Angkasa Air Service, Senin 5 Agustus 2024.
Setibanya di lapangan terbang Alama, sang pilot ini langsung dicegat KKB dengan senjata api.
Glen Malcolm bersama para penumpang diminta turun oleh KKB dan dikumpulkan di lokasi yang tidak jauh dari posisi helikopter berada.
Tanpa basa-basi, KKB dengan keji langsung membunuhbpilot asal Sellandia Baru tersebut. (*)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id