Rhenald Kasali: Kebijakan Tarif Anti Dumping Bisa Memicu Perang Dagang dan Menambah PHK
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Prof Rhenald Kasali mengingatkan desakan sejumlah pengusaha kepada pemerintah untuk menerapkan Bea Masuk Anti Dumping hingga 200% berpotensi memicu terjadinya perang dagang yang justru akan merugikan Indonesia.
“Persaingan dan market-nya berbeda. Yang mau diproteksi yang mana? Tujuannya proteksi apa? Apakah hanya ingin ikut perang dagang?” ujarnya.
Rhenald mengingatkan agar pelaku usaha di Indonesia tidak sedikit-sedikit mencari jalan pintas, seakan-akan tarif anti dumping ratusan persen menjadi solusi terbaik. Padahal situasi ini bisa memicu pembalasan pada kategori industri lain yang menjadi komoditas ekspor Indonesia.