Lecehkan Wartawan, Dirlantas Polda Sulteng Minta Maaf Akui Hanya Bercanda

fin.co.id - 19/07/2024, 10:58 WIB

Lecehkan Wartawan, Dirlantas Polda Sulteng Minta Maaf Akui Hanya Bercanda

Lecehkan Wartawan, Dirlantas Polda Sultengi Minta Maaf Akui Hanya Bercanda

fin.co.id - Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Dodi Darjanto akhirnya meminta maaf atas ucapannya yang melecehkan jurnalis SCTV Syamsuddin Tobone saat hendak diwawancarai. Kejadian itu terjadi pada Rabu 17 Juli 2024.

Saat itu, Kombes Pol Dodi Darjanto menolak untuk diwawancarai dengan menggunakan kamera ponsel. Dia bahkan melecehkan merek ponsel dari wartawan tersebut. Atas kejadian itu, dirinya meminta maaf dan mengaku salah.

"Saya juga turut prihatin dan saya juga sangat bersalah dan mohon maaf," katanya kepada sejumlah wartawan Sulteng di Mapolda, Kamis 18 Juli 2024.

Dodi Darjanto mengatakan, dia tidak bermaksud untuk melakukan pelecehan atau penghinaan. Dia mengaku apa yang dia sampaikan itu hanyalah bercanda.

"Apa yang saya lakukan khilaf, tidak ada maksud apa-apa. Intinya saya itu sekedar bercanda saja tapi kejadiannya jadi seperti ini. Tidak ada maksud apa-apa," ungkapnya.

Dengan adanya pengakuan tersebut, Jurnalis Sulteng menerima permohonan maaf yang disampaikan Dodi Darjanto, demi menjaga hubungan kerja antara jurnalis dengan Polda Sulteng.

Dikutip dari Antara, peristiwa itu bermula ketika Syamsuddin hendak melakukan wawancara dengan Kombes Pol Dodi Darjanto di Tugu 0 Kilometer, Palu.

Merujuk pada penyampaian Syamsuddin, yang merupakan Kepala Biro SCTV Palu, kronologi kejadian tersebut, berawal dari rencana liputan terkait hasil operasi Patuh Tinombala 2024 di hari pertama.

"Saya sudah janji wawancara sejak kemarin melalui ajudannya. Akhirnya tadi pagi Pak Dir bersedia pukul 08.30 Wita di Tugu 0. Setelah apel, saya bertemu beliau untuk memulai wawancara. Saya memakai seragam SCTV, rapi. Setelah salam dan kenalan, saya mau mulai merekam. Dia langsung berkata, kenapa merekam wawancara pakai HP? Saya tidak mau. Masak wawancara pakai HP, HP merek China lagi. Suruh direkturmu belikan HP yang canggih," katanya.

Syamsuddin menjelaskan kepada Kombes Pol Dodi Darjanto bahwa teknologi saat ini memungkinkan pengambilan gambar berkualitas tinggi menggunakan handphone, namun penjelasan tersebut tidak diterima dengan baik.

"Sampai anak buahnya, anggota lantas Polda, datang dan membisikkan kepada saya, bilang sudah, tidak usah dibantah," tambahnya.

Insiden tersebut tentunya menimbulkan reaksi dari komunitas jurnalis di Palu, yang menganggap tindakan Kombes Pol Dodi Darjanto tidak profesional, merendahkan, bahkan menghina kerja jurnalis yang sering kali bekerja dengan berbagai alat standar, termasuk ponsel, dalam situasi yang tidak selalu memungkinkan penggunaan peralatan profesional lengkap.

IJTI Sulteng berharap semoga hal tersebut menjadi perhatian bersama demi menjaga dan merawat kebebasan pers di tanah air, khususnya di Sulawesi Tengah. (*)

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID