News . 03/06/2024, 10:44 WIB
FIN.CO.ID
– Sebagai bank
yang fokus pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk memiliki komitmen kuat untuk memperkuat sektor
pertanian. Dalam pemberdayaannya, BRI memiliki pembinaan pada klaster pertanian
yang salah satunya untuk produk usaha makanan atau buah-buahan, jambu kristal.
Jambu ini
merupakan varietas jambu biji yang banyak dicari konsumen karena memiliki
manfaat menurunkan kolesterol dan mempertahankan gula darah. Di BRI Unit
Ketawangrejo Kutoarjo, terdapat nasabah yang berhasil membudidayakan jambu
kristal di Purworejo dengan brand Jambu Kristal Tanwidjie.
Suyanto adalah
lelaki usia 46 tahun asal Munggangsari, Grabag, Purworejo yang menjabat sebagai
Ketua Klaster Jambu Kristal Tanwidjie. Ia mengungkapkan, nama “tanwidjie”
sendiri berasal dari akronim Bahasa Jawa “tanpa wiji”, atau tanpa biji dalam
Bahasa Indonesia. Dalam membudidayakan tanamannya, ia mengaku terbantu dengan
KUR BRI.
“Berkat KUR
BRI, tanaman jambu yang dulu panennya bisa
dihitung dengan jari, kini mencapai 700 pohon. Luasan tanahnya sendiri sekira 6.000-6.600
meter persegi,” ungkap Suyanto yang akrab disapa Pak Yanto tentang bidang
usahanya sebagai petani buah.
Sebagai petani,
awalnya Yanto mengolah tanah yang mendekati 1 hektare itu untuk komoditi
pepaya, jambu, dan beberapa buah-buahan lain. Kemudian bersama rekan-rekan satu
klaster, total 20 orang, pada 2018-2019 mereka melakukan pengajuan KUR BRI.
“Per orang
mendapatkan Rp25 juta untuk diimplementasikan di tanah garapan masing-masing.
Demikian pula untuk cicilan pengembalian, besarannya tergantung perorangan,”
lanjut Pak Yanto.
Berbekal modal KUR
BRI, Yanto merasakan bisa lebih fokus mengurus kebun jambu kristalnya. Membantu
dari segi pendanaan, sekaligus merealisasikan cita-citanya sebagai petani
penghasil komoditi yang diminati masyarakat.
Sekali panen,
kebun seluas 6.600 m persegi, mampu menghasilkan enam kuintal jambu kristal
kualitas A yang dijual Rp11.000 per kg, dan kualitas B yang dipasarkan Rp10.000
per kg. Ia melayani pasar lokal, supplier, reseller, sampai pasar modern
Lewat keikutsertaan
menjadi nasabah KUR BRI, Suyanto sebagai petani merasakan sektor ekonomi
keluarga terangkat. “Dari hasil pertanian yang tidak menentu, KUR membuat
penghasilan lebih jelas. Apalagi bila kelak cicilan sudah lunas,” tukas Pak
Yanto.
Berkat pendanaan
KUR BRI yang berbuah perbaikan ekonomi dan kepastian usaha jambu kristal tanpa
biji, Suyanto diundang mewakili klaster regional di bazaar klaster Mantriku
UMKM BRILiaN, Yogyakarta pada 2021. “Secara
ekonomi terangkat, sedangkan untuk penjualan difasilitasi secara gratis,”
ungkapnya.
“Jadi kalau ingin
maju, termasuk mendapatkan permodalan, sebagai petani bisa mengandalkan KUR
BRI. Dan untuk akses transaksi, aplikasi, serta koneksi perkreditan KUR sangat
membantu, mudah direalisasikan,” saran Pak Yanto.
Pada kesempatan
terpisah, Direktur Bisnis Mikro Supari mengungkapkan mayoritas KUR BRI
disalurkan kepada sektor produksi, dengan proporsi mencapai 55,95%.
"Secara umum, strategi bisnis mikro BRI di tahun 2024 akan fokus pada
pemberdayaan berada di depan pembiayaan. BRI sebagai bank yang berkomitmen
kepada UMKM telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar,
integrasi, hingga interkoneksi," kata Supari.
Perseroan pun
terus mengakselerasi penyaluran KUR kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah (UMKM) di Indonesia. Sepanjang Januari hingga April 2024, BRI berhasil
menyalurkan KUR senilai Rp59,96 triliun kepada 1,2 juta debitur. Pencapaian
tersebut setara 36% dari target penyaluran KUR yang di-breakdown oleh
pemerintah kepada BRI di tahun 2024 yakni sebesar Rp165 triliun.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id