MEGAPOLITAN . 05/05/2024, 08:00 WIB

Kasus yang Menimpa Siswa AA Kinderfield School Simprug: Itu Murni Kecelakaan Bermain

Penulis : Rizal Husen
Editor : Rizal Husen

Sebelum kejadian, dijelaskan Hasim, AA duduk di undakan naik sebelah perosotan merah mengamati teman-temannya bermain. Kemudian memutuskan untuk berpartisipasi dengan 2 orang teman yang lain yang sedang berputar-putar di salah satu tiang playground. "AA mengikuti pergerakan kedua temannya tersebut (berputar-putar di tiang)," terang Hasim.

Setelah kurang lebih 1 menit, kedua teman tersebut berlari masuk ke area alphabet board bersama AA yang merasa tertarik pun menyusul. "Sesaat setelahnya, AA berpindah ke area alpabet board," jelasnya. 

Lalu, AA berdiri di dekat kaca dengan mengamati kedua temannya itu berlari jauh kearah celah kecil berada di dekat pintu keluar. Akan tetapi, salah satu anak  kemudian memutar badan dan berlari ke arah AA dan menabrak AA, sehingga mengakibatkan AA terjatuh dan kepalanya terbentur kaca sehingga kaca tersebut pecah. 

Saat kejadian itu, AA langsung menangis dan berlari menghampiri guru yang langsung melihat kondisi AA dan juga kaca yang pecah tersebut. Kondisi usai tabrakan tersebut mengakibatkan kepala AA terluka di bagian belakang sebelah kanan.

 BACA JUGA:

Setelah, sekitar pukul 09.05 WIB, guru lalu melakukan penanganan pertama dengan langsung membawa AA ke klinik dekat sekolah yang berada di jalan Joglo dengan diantar oleh 1 guru dan 2 tenaga kependidikan. 

Sementara guru yang lain segera menghubungi orangtua untuk memberitahukan kondisi AA terkait kejadian tersebut dan memeriksa CCTV sekolah. 

 "Setiba di klinik, AA langsung mendapatkan pertolongan pertama dengan dilakukan pengecekan fisik keseluruhan luka yang kemudian luka tersebut langsung dibersihkan oleh dokter dengan didampingi oleh guru-guru tersebut sambil menunggu kehadiran orangtua siswa," terang Hasim.

Akan tetapi, setibanya orang tua korban AAF di klinik, diputuskan untuk membawa AA ke RS Pondok Indah untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dan meminta untuk dilakukan hacting luka  di rumah sakit yang dituju. 

Orangtua AA beserta dua orang guru kelas berangkat bersama membawa AA ke RS Pondok Indah. Dalam keadaan AA dirawat, ke dua guru tersebut masih mendampingi seluruh proses tindakan di RS Pondok Indah dari melakukan proses CT Scan hingga proses jahit atas luka di kepala anak terlaksana dengan baik dan aman, hingga sekitar jam 21.00. 

"Tindakan mendampingi anak ini adalah bentuk empati dan tanggungjawab guru terhadap anak AA," lanjut Hasim.

Bahkan pada siang dan sore hari di hari tersebut, kepala sekolah juga telah menghubungi orangtua siswa (AAF dan istri) dengan memberikan rasa empati atas kejadian kecelakaan yang menimpa siswa. 

Kepada orang tua AA, kepala sekolah menegaskan bahwa pihak sekolah akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian kecelakaan yang terjadi dan akan menggantikan seluruh biaya pengobatan siswa dan sekitar pukul 18.00 perwakilan manajemen, yaitu HRD mengunjungi AA di RS. Pondok Indah untuk mendampingi guru dalam proses tindakan pengobatan siswa hingga pukul 21.00 WIB

Pada hari Minggu siang, 28 April, pihak sekolah dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Sekolah dan Manajer sekolah telah bertemu dengan ayah dari Siswa yang mengalami kecelakaan. 

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id