News . 03/05/2024, 17:11 WIB
Di tengah kritik pedas publik atas kinerja Bea Cukai, Tiktoker Bima Yudho Saputro mengaku ditawari kerjasama untuk menonjolkan sisi positif lembaga tersebut.
Tawaran itu datang dari sebuah agensi. Dia menghubungi Bima lewat chat WhatsApp (WA). Namun, Bima dengan tegas menolak tawaran itu.
Berdasarkan chat yang diunggah Bima di TikTok, ada agensi menawarkan kerjasama menjalankan kampanye bersama Bea Cukai.
"Saat ini agency kami sedang ada campaign Bersama dengan Lembaga Bea Cukai. Campaign ini bukan seperti buzzer, lebih ke bagaimana POV dari seorang KOL terkait pengalaman mereka yang berhubungan dengan pihak Bea Cukai," demikian isi percakapan dalam pesan yang diunggah Bima melalui akun TikTok-nya @awbimax.
Agensi itu membutuhkan satu video Tiktok dan satu video main/stitch TikTok dari Bima Yudho Saputro.
BACA JUGA:
Ditawari Endorse Bea Cukai, TikToker Bima Yudho Saputro Blak-Blakan Serang Balik, Bea Cukai Ini Kandang Korupsi-fin/@awbimax-Tiktok
Sang TikToker pun membalas pesan tersebut dengan membeberkan rate card dirinya. “Hi there, untuk rate card aku di TikTok itu Rp100 juta per video. Thanks,” balas Bima.
Menurut Bima yang kini kuliah di Australia tersebut, Rp 100 juta tergolong sangat murah untuk Bea Cukai.
"Ya IDR 3,000 Triliun aja possibly bisa disikat, masa buat bayar IDR 100 juta aja gak bisa, ya kan?" tulis Bima.
Pada video lainnya Bima blak-blakan menjawab pertanyaan netizen soal tawaran kerjasama itu.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id