Science . 13/04/2024, 11:28 WIB

Mesin Waktu, Perjalanan Waktu, Time Travel | Ilustrasi Dibuat Menggunakan Teknologi AI Copilot--
Carl Sagan, seorang ahli astrofisika ternama, meragukan kemungkinan perjalanan waktu karena beberapa alasan:
1. Hukum Fisika
Menurut Sagan, hukum fisika saat ini tidak memungkinkan seseorang untuk kembali ke masa lalu.
Hukum termodinamika kedua menyatakan bahwa entropi, atau tingkat ketidakteraturan, selalu meningkat seiring waktu.
Hal ini berarti bahwa perjalanan ke masa lalu akan memerlukan pembalikan entropi, yang secara fisik tidak mungkin.
2. Teori Paradoks Kakek
Teori Paradoks kakek mempertanyakan kemungkinan mengubah masa lalu dan efeknya pada masa kini.
Jika seseorang kembali ke masa lalu dan mengubah sesuatu, hal itu dapat menyebabkan mereka tidak dilahirkan, sehingga menciptakan paradoks.
Sagan tidak melihat cara untuk menyelesaikan paradoks ini dan membuatnya konsisten dengan hukum fisika.
3. Ketidakmungkinan Melampaui Kecepatan Cahaya:
Teori relativitas Einstein menunjukkan bahwa tidak ada yang dapat bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya.
Jika perjalanan waktu ke masa lalu dimungkinkan, maka seseorang harus mampu bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya untuk kembali ke masa lalu.
Sagan tidak percaya bahwa ini mungkin, karena akan membutuhkan energi yang tak terbatas.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id